PENJURU.ID| BALARAJA – Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan menyelimuti kediaman Minak Yakin Jon di Perumahan Royal Pertama, Balaraja, pada Minggu (19/07/2026). Perantau asal Lampung berkumpul dalam agenda rutin bertajuk “Ngepulan Balak” (Silaturahmi Besar) yang mempertemukan keluarga besar Paguyuban Anak Jabung Dirantau dan Paguyuban Minak Muaghi.Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Paguyuban Anak Jabung Dirantau, Minak Rujungan Soleh—yang akrab disapa Bos Agung Raja Sawer—bersama dengan Ketua Paguyuban Minak Muaghi, Tulin Her.
Melestarikan Falsafah Luhur Lampung
Ngepulan Balak bukan sekadar pertemuan rutin bukanan, melainkan wujud nyata pengamalan falsafah hidup masyarakat Lampung di tanah rantau. Dalam sambutannya, perwakilan paguyuban menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah untuk menjaga nilai-nilai adat yang diwariskan leluhur, di antaranya:
- Nemui Nyimah: Selalu bersikap ramah dan terbuka dalam menyambut tamu.
- Nengah Nyappugh: Aktif bergaul, bersosialisasi, dan menjalin komunikasi yang baik dengan sesama.
- Sakai Sambayan: Semangat gotong royong dan saling membantu di antara anggota.
- Piil Pesenggiri: Menjaga martabat, harga diri, dan nama baik asal daerah di manapun berada.
Simbol Kekompakan Perantau Minak Rujungan Soleh (Bos Agung) menyatakan bahwa meskipun berada jauh dari kampung halaman, ikatan kekeluargaan tidak boleh luntur. “Ngepulan Balak ini adalah energi bagi kami. Dengan saling mengenal dan bersilaturahmi, kita memastikan bahwa semangat Sakai Sambayan tetap hidup, sehingga jika ada saudara kita yang membutuhkan bantuan atau sedang dalam kesulitan, kita bisa segera hadir untuk saling menguatkan,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Tulin Her menambahkan bahwa kehadiran anggota di kediaman Minak Yakin Jon menunjukkan betapa tingginya antusiasme warga Lampung Jabung di perantauan untuk menjaga marwah adat. “Kita ingin membuktikan bahwa di manapun kaki berpijak, falsafah Piil Pesenggiri tetap menjadi pedoman utama dalam berperilaku di masyarakat,” ungkapnya.
Acara berlangsung khidmat dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari diskusi ringan mengenai perkembangan komunitas, makan bersama dengan hidangan khas Lampung, hingga sesi ramah tamah yang mempererat keakraban antar-anggota paguyuban dari berbagai wilayah di sekitar Balaraja dan sekitarnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat terus menjadi agenda berkelanjutan yang mampu memperkokoh persatuan warga perantau asal Jabung dan sekitarnya, sekaligus menjadi ajang edukasi bagi generasi muda perantau agar tetap mencintai dan melestarikan budaya serta adat istiadat Lampung.
JB