PENJURU.ID | Probolinggo – Adat turun temurun yang tetap dilestarikan oleh suku tengger Bromo, salah satunya adalah hari raya Karo, dan juga nyadran yang merupakan satu rangkaian dalam acara hari raya Karo, seperti halnya masyarakat desa Ngadirejo, kecamatan Sukapura, kabupaten probolinggo, hari ini juga melaksanakan ritual Nyadran. Kamis (18/08/2022)
Karo sendiri dilaksanakan setiap tahun sekali, yang merupakan budaya asli suku Tengger, namun suku Tengger yang kental dengan adat tepo sliro budaya saling hormat menghormati jadi ketika perayaan Karo banyak kerabat dan umat muslim maupun Agam lain yang juga anjangsana datang turut memberikan ucapan selamat kepada umat Hindu Tengger yang sedang merayakan Karo.
“Untuk hari raya karo di tahun 1944 Caka 2022 Masehi, begitu meriah dan khidmat dan kebetulan juga bersamaan dengan HUT RI Ke-77, sekarang sudah ada kelonggaran di semua aspek namun tetap menyesuaikan dengan protokol kesehatan,” Ucap Kepala Desa Ngadirejo, Anang Budiono.
“Nyadran sendiri merupakan satu rangkaian dalam pelaksanaan hari raya Karo, namun nyadran adalah ritual yang bertujuan untuk mendoakan para leluhur secara bersama sama, dengan berpakaian adat hitam hitam menuju ke pemakaman umum dan di iringi gamelan khas suku Tengger yaitu Ketiplung, tujuan berdoa bersama agar nenek moyang yang terdahulu meninggal bisa moksa, selamat Hari Raya Karo 1944 Caka dan selamat HUT RI Ke-77 tetap jaga kerukunan persatuan dan kesatuan ,” Pungkas kades Ngadirejo Anang Budiono.
(Prasojo)





