Nuansa Ramadhan Hangatkan Silaturahmi, IKA SMADA 2000 Gelar Kajian dan Buka Puasa Bersama

PENJURU.ID | Makassar – Suasana hangat bulan suci Ramadhan terasa kental dalam kegiatan kajian rutin yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama yang digelar Ikatan Alumni (IKA) SMADA 2000 Makassar, Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kediaman Ketua IKA SMADA 2000, Kolonel Inf Wahyu Yunus, S.I.P., tersebut dihadiri para alumni bersama keluarga. Sejak sore hari, para peserta mulai berdatangan, saling menyapa dan melepas rindu dalam suasana penuh keakraban yang menjadi ciri khas kebersamaan di bulan Ramadhan.

Dalam kegiatan itu, para alumni mengikuti kajian keislaman bertema “Keutamaan Malam Lailatul Qadar dan Cara Meraihnya” yang disampaikan oleh Ustadz H. Firdaus. Dalam tausiyahnya, ia menjelaskan bahwa puasa Ramadhan merupakan amalan yang memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT.

“Puasa Ramadhan adalah amalan yang sangat mulia. Tidak ada amalan lain yang sebanding dengannya, karena pahala puasa adalah urusan langsung antara hamba dengan Allah. Hanya Allah yang mengetahui nilai dan balasannya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi menjadi tameng yang melindungi seseorang dari perkataan kotor, amarah, serta dorongan hawa nafsu. Seorang yang berpuasa juga dianjurkan menahan diri dan tidak membalas keburukan dengan keburukan.

Selain itu, Ustadz Firdaus menjelaskan tentang keutamaan malam Lailatul Qadar yang diyakini terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan, terutama pada malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29.

Di tengah kebersamaan tersebut, Ketua IKA SMADA 2000, Kolonel Inf Wahyu Yunus, S.I.P., menyampaikan bahwa kegiatan ini digelar sebagai upaya mempererat silaturahmi di tengah kesibukan masing-masing alumni.

“Pada dasarnya kegiatan ini untuk mempererat hubungan silaturahmi. Karena kesibukan masing-masing, kita jarang bertemu. Momentum Ramadhan ini menjadi kesempatan yang baik untuk berkumpul sekaligus berbuka puasa bersama,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan wujud kebersamaan dan kekompakan para alumni agar hubungan persaudaraan yang telah terjalin sejak masa sekolah tetap terjaga.

“Ramadhan selalu menjadi momen istimewa untuk berkumpul, berbagi, dan saling menguatkan. Melalui kajian ini, kita berharap tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga menjaga silaturahmi dan kebersamaan antar alumni,” tambahnya.

Menjelang waktu berbuka, suasana kebersamaan semakin terasa. Para alumni duduk bersama sambil menunggu azan Magrib berkumandang. Ketika waktu berbuka tiba, seluruh peserta menikmati hidangan sederhana dalam suasana penuh kehangatan.

Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang mempererat silaturahmi, berbagi kebahagiaan, serta menumbuhkan kepedulian di antara sesama.

Bagi para alumni SMADA 2000, momen itu bukan sekadar buka puasa bersama, melainkan juga ruang untuk kembali merajut kenangan, menjaga persaudaraan, dan memperkuat kebersamaan yang telah terjalin sejak masa sekolah.

Pos terkait