PENJURU.ID | Probolinggo – Komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat kembali ditunjukkan Gerakan Sahabat Peduli Sekitar (Gas Petir) melalui program Santunan Anak Yatim yang akan digelar sepanjang bulan Muharram 1448 Hijriah. Kegiatan tahunan tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi dalam menumbuhkan semangat kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.
Program santunan tahun ini akan dilaksanakan dalam tiga tahapan penyaluran. Tahap pertama dijadwalkan pada Minggu, 28 Juni 2026, dilanjutkan tahap kedua pada Senin, 6 Juli 2026, dan tahap ketiga pada Minggu, 12 Juli 2026.
Gas Petir memilih sistem penyaluran bantuan secara door to door atau mendatangi langsung rumah penerima manfaat. Metode tersebut dinilai lebih efektif sekaligus memberikan kesempatan kepada relawan untuk mengetahui secara langsung kondisi para penerima santunan.
Selain itu, pola distribusi langsung juga bertujuan menghindari berbagai kebutuhan tak terduga yang kerap muncul apabila kegiatan dipusatkan dalam satu lokasi. Dengan demikian, dana yang terkumpul dapat dimaksimalkan untuk membantu anak-anak yatim.
Melalui program tersebut, Gas Petir berupaya memastikan bantuan yang diberikan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh penerima. Langkah ini juga menjadi bentuk nyata implementasi slogan organisasi, yakni “Peduli Tiada Akhir”.
Adapun santunan yang akan diberikan terdiri dari dua jenis bantuan. Pertama berupa paket sembako berisi beras medium seberat 5 kilogram untuk setiap keluarga penerima. Kedua berupa santunan uang tunai sebesar Rp50 ribu untuk masing-masing anak yatim.
Bantuan tersebut berasal dari partisipasi masyarakat, para donatur, serta berbagai pihak yang selama ini mendukung kegiatan sosial yang dijalankan oleh Gas Petir. Seluruh donasi nantinya akan disalurkan secara langsung oleh tim relawan.
Pelaksana kegiatan, Septyan Dwi Cahyo, mengatakan bahwa bulan Muharram merupakan salah satu momentum yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Menurutnya, kegiatan santunan anak yatim bukan hanya tentang memberikan bantuan materi, melainkan juga menghadirkan perhatian dan kepedulian kepada mereka yang membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitarnya.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memperingati bulan Muharram 1448 Hijriah dengan kegiatan yang positif melalui aksi sosial. Kami berharap momentum tahun baru Islam ini dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama,” ujar Septyan.
Ia menambahkan, suksesnya kegiatan tersebut sangat bergantung pada dukungan berbagai pihak. Karena itu, panitia masih membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin ikut ambil bagian dalam program santunan tahun ini.
“Kami mengajak masyarakat yang ingin berkontribusi untuk segera menghubungi pelaksana kegiatan. Bantuan yang diberikan, baik dalam bentuk materi maupun dukungan lainnya, akan sangat membantu kelancaran program santunan anak yatim yang kami laksanakan,” katanya.
Lebih lanjut, Septyan menyampaikan bahwa Gas Petir berkomitmen untuk terus menjalankan kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan komunitas sosial harus mampu menjadi solusi dan menjawab kebutuhan lingkungan sekitar.
Dalam beberapa tahun terakhir, Gas Petir secara konsisten melaksanakan berbagai kegiatan kemanusiaan dengan melibatkan relawan dan masyarakat. Semangat gotong royong menjadi fondasi utama dalam setiap program yang dijalankan.
“Harapan kami ke depan, Gas Petir semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi nyata yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya di wilayah Kota dan Kabupaten Probolinggo. Kami ingin terus menjadi bagian dari gerakan sosial yang menghadirkan manfaat serta menebarkan semangat ‘Peduli Tiada Akhir’ kepada sesama,” pungkasnya. (Prasojo)





