Wartawati Mengaku Dihina melalui WhatsApp Usai Ajakan Ngopi di Lingkungan Polsek Pamulang

PENJURU.ID|Tangerang Selatan – Seorang wartawati mengaku menerima pesan bernada menghina dari seorang wanita yang diduga merupakan istri anggota Polsek Pamulang setelah terjadi kesalahpahaman terkait ajakan ngopi kepada anggota kepolisian.

Peristiwa tersebut bermula ketika wartawati mengajak Febri Ferdiansyah Chandra, anggota Resmob Unit 2 Polsek Pamulang, untuk ngopi sebagai bentuk ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan dalam pelaksanaan tugas jurnalistik. Menurut keterangannya, ajakan tersebut dilakukan secara terbuka di kantin Polsek Pamulang bersama sejumlah wartawan dan rekan lainnya, bukan dalam pertemuan pribadi di luar lingkungan kedinasan.

Namun pada Jumat, 20 Juni, sekitar pukul 20.02 WIB, wartawati tersebut mengaku menerima pesan WhatsApp dari seorang wanita yang disebut sebagai istri anggota polisi tersebut. Dalam pesan yang diperlihatkan kepada redaksi, pengirim menuliskan sejumlah kalimat yang dinilai merendahkan martabat penerima pesan, termasuk menyebutnya sebagai “perempuan murah”.

Wartawati tersebut menyayangkan adanya dugaan kesalahpahaman mengenai aktivitas yang menurutnya berlangsung secara terbuka dan profesional di lingkungan Polsek Pamulang.

Ia berharap kejadian serupa tidak terulang dan meminta seluruh pihak mengedepankan komunikasi yang baik sebelum menyampaikan tuduhan atau penilaian terhadap seseorang. Selain itu, ia berharap adanya pembinaan terkait etika komunikasi dan penggunaan media sosial bagi seluruh pihak, termasuk keluarga anggota kepolisian, agar hubungan antara masyarakat sipil, insan pers, dan institusi kepolisian tetap terjaga dengan baik.

Hingga berita ini ditulis, pihak yang mengirim pesan maupun anggota Polsek Pamulang yang disebut dalam pemberitaan belum memberikan keterangan resmi. Redaksi membuka ruang hak jawab sesuai ketentuan dan Kode Etik Jurnalistik.

Pos terkait