Rumah Zakat Bangun Kawasan Konservasi Sungai Brown, Libatkan Warga dalam Gerakan Peduli Lingkungan

PENJURU.ID | Probolinggo – Kawasan Sungai Brown di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, terus diarahkan menjadi kawasan konservasi berbasis masyarakat. Pengembangan tersebut mendapat dukungan Rumah Zakat melalui aksi penanaman pohon yang melibatkan warga, relawan, serta Forum Masyarakat Peduli Sungai (FORMALIS), Kamis (23/7/2026).

Kegiatan itu merupakan bagian dari Program Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK) yang selama ini dijalankan di Desa Berdaya Mangunharjo. Program tersebut tidak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga mendorong masyarakat agar lebih siap menghadapi berbagai potensi bencana yang dipengaruhi kerusakan ekosistem.

Dalam aksi tersebut, sejumlah bibit pohon buah dan Ketapang Kencana Varigata ditanam di sepanjang bantaran sungai. Vegetasi itu dipilih karena dinilai mampu memperkuat kondisi lahan, menjaga keseimbangan lingkungan, sekaligus mempercantik kawasan yang kini mulai ditata sebagai ruang publik hijau.

Relawan Rumah Zakat, Eko Yudha, mengatakan pembangunan kawasan konservasi tidak cukup hanya dilakukan melalui pembangunan fisik, tetapi harus diiringi dengan perubahan pola pikir masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

“Tujuan utama kami adalah membangun kepedulian warga. Pohon yang ditanam hari ini akan memberi manfaat apabila dirawat bersama. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi bagian terpenting dalam setiap program yang kami jalankan,” katanya.

Menurut Eko, Rumah Zakat terus mengembangkan pendekatan pemberdayaan melalui edukasi dan pendampingan kepada masyarakat agar mampu mengelola lingkungan secara mandiri.

Ia menilai Sungai Brown memiliki peluang besar berkembang menjadi kawasan yang tidak hanya berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran mengenai konservasi alam dan mitigasi bencana.

“Harapan kami, Sungai Brown nantinya menjadi contoh bagaimana masyarakat mampu mengelola kawasan sungai secara mandiri, menjaga kelestarian alam, sekaligus memanfaatkan potensi yang ada secara berkelanjutan,” ujarnya.

Selain memberikan manfaat ekologis, penghijauan di bantaran sungai juga diharapkan mampu menekan risiko longsor, mengurangi laju erosi, meningkatkan daya resap air, serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat sekitar.

Sementara itu, Lurah Mangunharjo, Ikromi Wida Utama, mengapresiasi konsistensi Rumah Zakat yang terus mendampingi masyarakat melalui berbagai program berbasis lingkungan.

Ia mengatakan perubahan di kawasan Sungai Brown mulai dirasakan warga. Selain terlihat lebih hijau dan tertata, kawasan tersebut kini juga menjadi ruang kebersamaan yang mendorong masyarakat semakin peduli terhadap kebersihan dan kelestarian sungai.

“Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa menjaga lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri. Ketika pemerintah, komunitas, dan masyarakat bergerak bersama, hasilnya akan lebih nyata dan berkelanjutan,” tutur Ikrom.

Ia berharap gerakan serupa terus berkembang sehingga Sungai Brown dapat menjadi model pengelolaan kawasan sungai berbasis partisipasi masyarakat sekaligus menginspirasi wilayah lain di Kota Probolinggo dalam membangun lingkungan yang bersih, hijau, dan tangguh terhadap risiko bencana.

(Prasojo)

Pos terkait