PENJURU. ID | Jeneponto – Menjadi Desa pilot project program pemberdayaan masyarakat tentu merupakan kebanggaan tersendiri sebagaimana yang dirasakan oleh H. Lelong Azis Kepala Desa Kayuloe Timur Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan bersama warganya berbondong-bondong membentuk” Bank Sampah”
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (Kamis-Jum’at, 08-09/10/2020) sukses menggagas terbentuknya “Bank Sampah” dengan Manajemen Persampahan yang dikelola oleh warga terlatih melalui wadah kegiatan bertajuk Pelatihan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat.

Hadir pada pembukaan acara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jeneponto, Basuki Baharuddin, SE, bersama jajaran, turut hadir pula manager SEC PT. Energy Bayu PLTB Tolo I Jeneponto Apolinavis F. Mbata, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sulaeman Natsir, S.Kom., M.Ap, para Narasumber dan Instruktur.
” Kami berterima kasih sekali dengan terlaksananya kegiatan ini dengan baik, karena Kami meyakini, bahwa program ini akan dapat mengakselerasi hadirnya desa sehat dan bersih, selaras dengan visi misi kepemimpinan Kami“, harap H. Lelong Azis Kepala Desa Kayuloe Timur.

Di dalam mewujudkan Desa sehat dan bersih mesti ditunjang dengan strategi daur ulang dan terbentuknya “Bank Sampah” secara multi manfaat.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup bersama tim dalam paparannya menjelaskan .
” Pembentukan Bank Sampah dengan manajemen pengelolaan yang baik melalui tenaga terlatih yang kita bentuk pada kegiatan ini akan menjadi solusi alternatif mengurangi timbulan sampah terutama yang dihasilkan dari rumah tangga. Sekaligus hadirnya Bank Sampah akan menggerakkan roda perekonomian warga karena di Bank Sampah, sampah dapat ditukar dengan uang”. Bujuk Abdul Rahmat, SE., MM Kabid Pengelolaan Sampah bersama tim.
(Ismail)





