Semarak Maulid Nabi, Bakul Perahu Maulid Satreskrim Polres Jeneponto Dibagikan kepada Para Tahanan
PENJURU. ID | JENEPONTO – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan Polres Jeneponto berlangsung penuh nuansa religius dan kebersamaan. Momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk berbagi dengan para tahanan titipan yang berada di Mapolres Jeneponto.
Salah satu yang menarik perhatian yakni bakul perahu Maulid dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jeneponto yang tampil megah dan sarat makna kebersamaan.
Bakul perahu tersebut dihiasi aneka hidangan tradisional dan makanan. Di dalamnya terdapat songkolo, puluhan botol sarabba, serta beragam buah segar seperti nanas, apel dan jeruk.
Tak hanya itu, bakul Maulid tersebut juga dilengkapi berbagai wafer, snack dan makanan ringan lainnya sehingga tampak meriah sekaligus menggambarkan semangat berbagi dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan berbagi tersebut diwakili oleh Ny. Mutmainnah Syam, KBO Satreskrim Polres Jeneponto, bersama ibu Kaur Mintu dan ibu Kanit Tipikor Polres Jeneponto.
Bakul Maulid kemudian dibagikan kepada para tahanan titipan Polres Jeneponto. Pembagian ini menjadi bentuk kepedulian dan perhatian, sekaligus memberikan suasana berbeda bagi para tahanan dalam memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

“Momentum Maulid Nabi ini bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga bagaimana kita menumbuhkan kepedulian dan berbagi kepada sesama, termasuk saudara-saudara kita yang sedang menjalani proses hukum,” ujar Ny. Mutmainnah Syam, Kamis (10/09/2026) sekitar pukul 12.00 Wita.
Menurutnya, status sebagai tahanan tidak menghilangkan hak setiap orang untuk mendapatkan perhatian dan perlakuan yang manusiawi.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan sedikit kebahagiaan dan menjadi pengingat agar kita semua senantiasa meneladani akhlak Rasulullah SAW, terutama dalam hal kepedulian, kasih sayang dan berbagi,” tambahnya.
Suasana Maulid di lingkungan Polres Jeneponto pun berlangsung hangat. Tradisi bakul Maulid yang sarat nilai budaya dipadukan dengan kepedulian sosial, menjadikan peringatan Maulid Nabi tidak sekadar seremonial, tetapi juga menghadirkan pesan kemanusiaan.

