Gerak Jalan Pelajar Meriahkan HUT ke-81 RI, Pemkot Probolinggo Tekankan Disiplin dan Kekompakan Generasi Muda

PENJURU.ID | PROBOLINGGO – Ribuan pelajar dari berbagai sekolah di Kota Probolinggo memenuhi sejumlah ruas jalan utama dalam gelaran Lomba Gerak Jalan Pelajar, Rabu (19/8) pagi. Ajang yang digelar Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sebanyak 280 regu ambil bagian dalam kegiatan yang mempertemukan pelajar tingkat SD/MI hingga SMP/MTs, baik negeri maupun swasta. Sejak pagi, suasana di sekitar lokasi pemberangkatan dipadati peserta yang tampil dengan seragam dan atribut masing-masing sekolah.

Kegiatan dimulai dari depan Kantor Wali Kota Probolinggo di Jalan Panglima Sudirman. Dari titik tersebut, para peserta menempuh rute yang telah ditentukan panitia sebelum mencapai garis akhir di kawasan eks Gedung Bioskop Regina, Jalan dr. Sutomo.

Komposisi peserta didominasi pelajar jenjang SD/MI. Tercatat terdapat 107 regu putra dan 107 regu putri yang mengikuti perlombaan. Sementara dari tingkat SMP/MTs, masing-masing terdapat 33 regu putra dan 33 regu putri.

Pelepasan peserta dilakukan langsung oleh Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin. Turut hadir Sekretaris Daerah Budiono Wirawan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Aries Santoso serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Probolinggo.

Regu bernomor urut 01 dari SDK Mater Dei menjadi peserta pertama yang meninggalkan garis start. Setelah itu, regu-regu lainnya diberangkatkan secara bergantian sesuai nomor urut yang telah ditetapkan.

Kemeriahan lomba tidak hanya terlihat dari antusiasme peserta. Sepanjang jalur yang dilewati, masyarakat turut menyaksikan penampilan para pelajar yang berusaha mempertahankan barisan, ritme langkah dan kekompakan hingga mencapai garis finis.

Bagi Pemkot Probolinggo, kegiatan tersebut tidak ditempatkan semata-mata sebagai perlombaan untuk memperebutkan hasil terbaik. Gerak jalan juga dipandang sebagai media pembelajaran di luar kelas yang dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai arti kedisiplinan dan kerja sama.

Kepala Disdikbud Kota Probolinggo Setiorini Sayekti mengatakan, kegiatan ini dirancang untuk memberikan ruang kepada peserta didik dalam mengembangkan potensi sekaligus membangun karakter positif.

Menurutnya, nilai-nilai yang ditanamkan melalui kegiatan gerak jalan meliputi kedisiplinan, kekompakan, kebersamaan dan patriotisme. Semangat tersebut diharapkan dapat tumbuh melalui aktivitas yang melibatkan siswa secara langsung.

Selain itu, lomba tersebut menjadi wadah aktualisasi diri bagi pelajar. Mereka tidak hanya dituntut mampu berjalan dalam satu barisan, tetapi juga harus menunjukkan kemampuan menjaga kekompakan kelompok dan mengikuti aturan perlombaan.

Aspek teknis peserta menjadi bagian penting dalam menentukan hasil perlombaan. Panitia menggunakan sejumlah indikator penilaian yang telah ditetapkan untuk memastikan proses kompetisi berlangsung secara terukur dan objektif.

Peraturan Baris-Berbaris (PBB) serta keharmonisan langkah menjadi komponen dengan bobot terbesar, yakni 50 persen. Kemudian keutuhan dan ketahanan regu memperoleh bobot 30 persen.

Sementara ketepatan waktu yang berkaitan dengan speed atau pacing memiliki bobot 10 persen. Sepuluh persen lainnya diberikan untuk aspek sikap, kostum dan kesopanan peserta selama mengikuti perlombaan.

Panitia juga memberikan perhatian terhadap ketertiban peserta sepanjang rute. Pelanggaran tertentu dapat berpengaruh terhadap perolehan nilai, termasuk apabila terdapat anggota regu yang gugur atau pingsan sehingga memengaruhi aspek keutuhan kelompok.

Peserta juga dilarang melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum. Pengaturan konsumsi selama perjalanan turut menjadi perhatian, dengan peserta diarahkan mengonsumsi minuman yang disediakan tim medis atau sekolah pada lokasi yang tertib.

Aturan perlombaan diberlakukan secara tegas untuk menjaga sportivitas. Peserta yang menggunakan anggota dari luar sekolah yang terdaftar atau joki dapat dikenai sanksi diskualifikasi.

Begitu pula dengan upaya mengambil jalan pintas, memotong rute perlombaan atau menggunakan kendaraan selama perjalanan. Tindakan provokatif maupun perilaku tidak sopan terhadap juri, panitia dan peserta lain juga termasuk pelanggaran berat yang dapat berujung pada diskualifikasi.

Dari sisi pengamanan, pelaksanaan lomba melibatkan sejumlah instansi terkait. Polres Probolinggo Kota, Kodim 0820 Probolinggo, Dinas Perhubungan, Satpol PP hingga tim medis dari Dinas Kesehatan turut dilibatkan guna mendukung kelancaran kegiatan.

Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin menilai kegiatan gerak jalan memiliki nilai lebih dari sekadar kompetisi antarsekolah. Menurutnya, aktivitas tersebut dapat menjadi sarana membangun sportivitas, kedisiplinan dan kekompakan di kalangan pelajar.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh siswa dalam kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter. Para pelajar dinilai perlu dibekali kemampuan bekerja sama dan menjaga persatuan sebagai generasi yang kelak menerima estafet kepemimpinan.

Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, lanjut Aminuddin, juga menjadi kesempatan untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia. Pelajar sebagai generasi penerus bangsa perlu diberikan ruang untuk terlibat dalam aktivitas yang sehat, positif dan membangun rasa percaya diri.

Partisipasi dalam kegiatan seperti gerak jalan diharapkan tidak berhenti pada kemeriahan perayaan kemerdekaan. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan generasi muda Kota Probolinggo yang tangguh, disiplin, berkarakter serta memiliki semangat kebangsaan dan persatuan.

Dengan semangat tersebut, Lomba Gerak Jalan Pelajar menjadi salah satu bentuk perayaan kemerdekaan yang memadukan unsur olahraga, pendidikan karakter dan kebersamaan. Kegiatan itu sekaligus memperlihatkan antusiasme pelajar dalam mengisi momentum kemerdekaan melalui kegiatan yang positif.

(Prasojo)

Pos terkait