PENJURU.ID | Internasional – Pencarian korban gempa turki terus dilakukan, hingga hari ini Selasa, (3/11/20) korban bertambah menjadi 94 orang. Dalam pencarian tersebut ditemukan dua orang remaja yang tewas di pulau Lamos, Yunani. Badan Penanganan Bencana dan Kedaruratan Turki (AFAD) mengkonfirmasi korban tewas bertambah 94 orang.
Diprediksi sekitar 20 orang masih tertimbun di reruntuhan gedung yang runtuh akibat gempa terparah yang dialami turki selama beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan informasi AFAD, sampai saat ini total 994 orang yang mengalami cedera dan 150 mengalami luka-luka masih dirawat di Rumah Sakit Izmir.
Kandili Institute yang berlokasi di Istanbul melaporkan, gempa pada Jumat yang berkekuatan 6,9 magnitudo hampir 1200 gempa susulan.
Sebanyak 20 bangunan rusak parah di Izmir akibat gempa tersebut, menurut Wali Kota Izmir Tunc Soyer, di mana sebagian besar bangunan rusak berada di permukiman kelas menengah di distrik Bayrakli.
Turki merupakan salah satu zona paling aktif secara seismik di dunia karena terletak di beberapa garis patahan aktif. Sebelumnya, Turki pernah diguncang gempa bumi yang menghancurkan pada masa lalu. Pada 1999, dua gempa kuat menewaskan 18.000 orang di Turki Barat Laut.
Pada 2011, dua kota di timur Turki dilanda gempa berkekuatan 7,2 magnitudo yang mengakibatkan sebagian besar bangunan hancur dan merenggut banyak korban jiwa. Lebih dari 570 orang tewas, ratusan lainnya terluka dan kehilangan tempat tinggal.
Pada Januari, Turki juga diguncang gempa bumi yang menyebabkan 41 orang tewas di Provinsi Elazig.
Terpantau Reuters, AFAD telah menyediakan sebanyak 3.500 tenda dan 13.000 tempat tidur di tempat penampungan Turki.
(ANS)





