PENJURU.ID | TANGERANG – Guna mempererat tali silaturahmi antaranggota sekaligus menjaga kebugaran fisik, Pimpinan Unit Kerja Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang, dan Kulit Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK FSP TSK KSPSI) PT. Lautan Baja Indonesia menggelar kegiatan olahraga bersama. Acara ini berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme di Lapangan SBJ Futsal, Sumur Bandung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang.
Kegiatan yang diikuti oleh jajaran pengurus dan anggota ini didominasi oleh pertandingan futsal persahabatan. Selain menjadi ajang untuk melepas penat di luar jam kerja, momentum ini juga dimanfaatkan sebagai wadah konsolidasi organisasi agar semakin solid dan kompak.
Komitmen Membangun Hubungan yang Solid
Ketua PUK FSP TSK KSPSI PT. Lautan Baja Indonesia, Joni Burhan, S.A.k, memberikan apresiasi yang tinggi atas antusiasme seluruh anggota yang hadir. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya keseimbangan antara produktivitas kerja, kesehatan, dan soliditas berorganisasi.
“Kegiatan olahraga bersama di SBJ Futsal ini bukan sekadar ajang mencari keringat atau hiburan semata, melainkan momentum penting untuk memperkuat rasa kebersamaan, kekompakan, dan kekeluargaan di antara kita semua. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat—jiwa yang siap untuk terus memperjuangkan hak-hak pekerja secara positif.
Melalui kegiatan informal seperti ini, komunikasi antaranggota dan pengurus dapat mencair tanpa sekat. PUK FSP TSK KSPSI PT Lautan Baja Indonesia harus terus solid. Jika internal kita kuat dan kompak, kita akan lebih optimal dalam membangun hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan di lingkungan perusahaan.”
Jalannya Kegiatan
Suasana di lapangan SBJ Futsal Sumur Bandung tampak cair dan penuh gelak tawa, namun tetap kompetitif secara sportif. Pertandingan demi pertandingan futsal mengalir seru, mempertemukan antar-divisi atau antar-shift karyawan yang tergabung dalam serikat.
Melalui kegiatan positif seperti ini, PUK FSP TSK KSPSI PT. Lautan Baja Indonesia membuktikan bahwa pergerakan serikat pekerja tidak hanya fokus pada jalur formal diplomasi, tetapi juga aktif membangun kedekatan emosional anggotanya lewat aktivitas yang sehat dan produktif. Acara ditutup dengan foto bersama dan ramah tamah antarseluruh peserta.





