PENJURU.ID| NTT – Kisah menyayat hati, seorang anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar kelas IV di Kecamatan Jerebuu, kabupaten Ngada, propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mengakhiri hidupnya.
Diduga anak yang berusia 10 tahun tersebut kecewa dan putus asa lantaran tidak mampu membeli buku dan pena untuk keperluan sekolah.
Adapun awal kejadian pada malam sebelum meninggal kan dunia dengan Pahit, korban berinisial YBR (10) meminta uang kepada ibunya untuk membeli buku tulis dan pena. Namun, permintaan YBR tidak bisa disanggupi ibunya karena kondisi ekonomi mereka yang sangat sulit.
Diungkapkan oleh Kepala Desa Naruwolo, Dion Roa, kondisi ekonomi korban sangat berat. Ibu YBR harus menanggung kebutuhan hidup lima orang anak.
Sementara itu, ia sudah berpisah dengan ayah korban sejak 10 tahun lalu.
YBR sendiri sehari-hari tinggal bersama sang nenek di sebuah pondok. Rumah nenek dan ibu korban berada di desa tetangga.
Pada malam sebelum kejadian, YBR menginap di rumah ibunya untuk meminta dibelikan buku dan pena untuk keperluan sekolah.
“Menurut pengakuan ibunya permintaan itu korban minta (uang beli buku tulis dan pulpen) sebelum meninggal,” ungkap Dion Roa, Selasa (3/2), dikutip dari salah satu akun tiktok.
Nusa Tenggara Timur
Kamis29/01/2026
(Adella)





