PENJURU.ID | JAKARTA — Kehadiran KRI Gajah Mada membawa kemampuan komando yang menjadi salah satu bagian penting dalam penguatan kekuatan maritim Indonesia. Kapal eks ITS Giuseppe Garibaldi ini tidak hanya mengandalkan kemampuan operasionalnya, tetapi juga memiliki Combat Management System (CMS) SADOC sebagai pusat pengolahan informasi tempur.
Sistem tersebut berfungsi menggabungkan berbagai informasi dari sensor kapal, mulai dari radar udara, radar permukaan, sonar hingga sistem peperangan elektronika. Data yang masuk kemudian disajikan sebagai gambaran situasi taktis yang dapat membantu pengambilan keputusan di tingkat komando.
SADOC-3 yang digunakan Garibaldi juga memiliki kemampuan terhubung dengan Tactical Data Link seperti Link 11 dan Link 16. Kemampuan ini memungkinkan kapal berbagi informasi sasaran dan berkoordinasi dengan kapal lain dalam sebuah gugus tugas.
Meski berasal dari teknologi generasi sebelumnya, keberadaan sistem tersebut tetap menarik dalam konteks modernisasi TNI AL. Terlebih Indonesia kini juga mengoperasikan kapal perang generasi lebih baru seperti KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321 yang menggunakan SADOC Mk4 dengan arsitektur sistem terbuka dan pemrosesan data terdistribusi.
Dengan demikian, KRI Gajah Mada tidak hanya menjadi tambahan bagi armada Indonesia, tetapi juga membawa pengalaman dan teknologi komando yang dapat menjadi bagian dari perjalanan modernisasi kemampuan peperangan terintegrasi TNI AL.




