PENJURU.ID | Jeneponto – Di balik berbagai kegiatan kemanusiaan yang digelar Polres Jeneponto, hadir sosok perwira yang bekerja dalam senyap namun memberi dampak besar bagi masyarakat. Ia adalah Ipda Amir, Kepala Seksi Kedokteran Kesehatan (Kasi Dokkes) Polres Jeneponto seorang polisi yang tak sekadar menjalankan tugas, tetapi mengabdikan dirinya sepenuh hati bagi warga yang paling membutuhkan.
Mulai berdinas sejak Agustus 2025, kiprah Ipda Amir cepat mendapat tempat di hati banyak orang. Meski baru tiga bulan bertugas, dedikasinya telah dirasakan oleh keluarga besar kepolisian maupun warga Jeneponto. Di internal Polres, ia dikenang sigap dalam menangani kesehatan anggota. Namun pengabdian terbesar justru tampak ketika ia melangkah keluar, mengetuk pintu-pintu rumah warga miskin di pelosok kampung.
Semua itu ia lakukan sejalan dengan arahan Kapolres Jeneponto, AKBP Widi Setiawan, yang menekankan pentingnya kehadiran polisi sebagai penolong masyarakat. Bagi Ipda Amir, arahan itu bukan sekadar perintah melainkan panggilan hati.

Salah satu kegiatan yang paling dikenal adalah program sunat keliling gratis. Hampir setiap hari, Ipda Amir turun ke kampung-kampung bersama tim kecilnya. Mereka menyambangi rumah-rumah warga tidak mampu dan memberikan layanan sunat bagi anak-anak yang keluarganya tak mampu membawa mereka ke klinik atau fasilitas kesehatan.
Dengan perlengkapan sederhana namun tetap aman dan profesional, ia memberikan layanan medis yang bagi sebagian keluarga tak pernah terbayangkan sebelumnya. Senyum anak-anak dan ucapan syukur para orang tua menjadi balasan paling berarti baginya.
Hingga kini, lebih dari 50 anak dari keluarga miskin telah menerima layanan sunat keliling dari tim Dokkes Polres Jeneponto. Tidak berhenti sampai di situ, setiap anak juga dibekali alat perlengkapan sekolah, sementara keluarganya memperoleh bantuan bahan pangan sebagai bentuk dukungan tambahan.
Masih banyak warga Jeneponto yang kesulitan mengakses puskesmas karena keterbatasan biaya, transportasi, atau kondisi fisik. Di sinilah Ipda Amir hadir sebagai “dokter keliling”.
Setiap hari, ia bersama tim Dokkes berkeliling dari kampung ke kampung. Mereka memeriksa kesehatan warga yang sakit, memberikan obat-obatan, hingga merujuk pasien ke rumah sakit apabila memerlukan penanganan lebih lanjut.
Bagi sebagian besar warga, kunjungan itu bukan hanya bantuan medis tetapi hadirnya harapan.

kata haru warga setempat
“Jarang ada orang yang mau turun langsung seperti beliau,” ujar salah seorang warga. “Beliau datang bukan untuk pencitraan, tapi karena betul-betul peduli.”kata haru warga setempat, Jumat (14/11/2015).
Tak hanya anak-anak dan orang tua, bahkan warga yang lumpuh menahun pun tetap didatangi dan dilayani di rumahnya.
Dedikasi Ipda Amir juga terlihat ketika ia bersama tim mengevakuasi seorang lansia yang sakit keras ke Rumah Sakit Lanto. Tidak hanya membantu proses evakuasi, ia bahkan mengurus seluruh administrasi pasien hingga mendapatkan layanan medis.
Berbagai langkah kecil yang dilakukan Ipda Amir telah menyentuh banyak kehidupan diantaranya, anak-anak yang akhirnya bisa menjalani sunat dengan aman, keluarga miskin yang memperoleh bantuan pangan dan perlengkapan sekolah, warga sakit yang kembali mendapatkan harapan, hingga lansia yang dapat menerima perawatan layak meski tinggal di rumah sederhana.
Dalam kesederhanaan langkahnya, Ipda Amir menjadi bukti bahwa kehadiran polisi tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat dan penolong masyarakat.





