GRT Umumkan Konsolidasi Terbuka, Soroti Penanganan Dugaan Skandal Dua Legislator

Oplus_131072

PENJURU. ID | Makassar – Gerakan Rakyat Turatea (GRT) kembali mengangkat perhatian publik setelah mengumumkan akan menggelar konsolidasi terbuka pada Minggu, 7 Desember 2025, di Makassar.

Kegiatan ini digelar sebagai bentuk respons organisasi terhadap polemik dugaan skandal yang menyeret Wakil Ketua II DPRD Jeneponto, Muhammad Basir, dan Anggota DPRD Takalar, Sri Reski Ulandari.

Menurut GRT, polemik yang telah menjadi konsumsi publik ini membutuhkan penanganan serius dari lembaga etik dan partai politik terkait.

Mereka menilai tidak ada alasan bagi institusi untuk menunda atau mengabaikan laporan masyarakat atas dugaan pelanggaran moral tersebut.

Melalui konsolidasi terbuka itu, GRT akan membawa tiga tuntutan utama, yakni mendesak Badan Kehormatan DPRD Jeneponto memproses laporan secara transparan.

Selanjutnya, meminta DPW PKB Sulsel mengambil sikap tegas terhadap kader yang disebut dalam isu tersebut, serta menggelar aksi di lokasi Muswil PKB Sulsel sebagai bentuk tekanan moral.

Perwakilan GRT, Andi Rifal, mengatakan bahwa langkah ini bukan dimaksudkan untuk memperbesar isu, melainkan memastikan laporan masyarakat diproses sebagaimana mestinya.

“Publik berhak mendapatkan kepastian. Ketika sebuah dugaan pelanggaran sudah ramai diperbincangkan, lembaga terkait harus turun tangan. Konsolidasi ini adalah ruang untuk menyatukan suara agar penanganan isu ini dilakukan secara jelas,” ujarnya.

Ia menegaskan, GRT akan terus memantau dan mengawal jalannya proses di lembaga etik maupun partai hingga ada keputusan yang terang benderang.

Pos terkait