PENJURU. ID | Jeneponto – Dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi di SPBU 74.923.07 Tarowang kembali mencuat ke publik. Polemik ini memicu kegaduhan dan mengguncang kepercayaan terhadap institusi penegak hukum.
Kegaduhan bermula dari beredarnya rekaman video pengakuan Manajer SPBU Tarowang, Wahab. Dalam video tersebut, ia tampak berbincang dengan beberapa perwakilan nelayan (pengecer) yang mengeluhkan minimnya jatah solar.
Dalam percakapan itu, Wahab menyebut adanya setoran “iuran” kepada sejumlah pihak yang dikaitkan dengan aparat. Pernyataan tersebut langsung memantik reaksi keras dari masyarakat.

Salah satu sumber dari perwakilan nelayan yang enggan disebutkan namanya mengaku berada di lokasi saat pembahasan itu terjadi. Ia membenarkan keaslian percakapan dalam rekaman tersebut.
“Saya ada di situ waktu itu, dan memang pembicaraan itu terjadi seperti di video,” ujar sumber kepada redaksi PENJURU.ID, Rabu (06/05/2026)
Pengakuan tersebut menyeret nama sejumlah institusi negara ke dalam pusaran isu. Mulai dari Pangdam, Korem, Dandim, hingga jajaran Polres dan Polsek disebut dalam narasi yang kini menjadi sorotan luas.
Pernyataan tersebut dinilai serius karena berpotensi mencoreng marwah penegak hukum. Praktisi hukum menilai, jika benar, hal ini mengindikasikan pembiaran hingga dugaan perlindungan terhadap praktik ilegal BBM subsidi.
Di tengah polemik, praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi disebut semakin marak. Modus mobil siluman, penggunaan barcode, hingga pengisian jeriken mengatasnamakan nelayan dilaporkan kian masif.
Kondisi ini memicu keresahan masyarakat. Nelayan dan warga kecil disebut semakin kesulitan mendapatkan hak mereka atas BBM bersubsidi.

Sorotan media dan keluhan publik yang terus bergulir belum direspons dengan tindakan tegas. Situasi ini memperkuat kesan adanya “zona aman” bagi pelaku di lapangan.
Sejumlah penggiat sosial mendesak investigasi terbuka dan independen. Mereka menilai rekaman video serta dugaan keterlibatan oknum harus diusut tuntas.
Kasus ini menjadi ujian bagi aparat penegak hukum. Publik menanti langkah tegas dan transparan untuk membongkar dugaan mafia BBM bersubsidi hingga ke akar.





