PENJURU.ID | Probolinggo – Gerakan Media Berbagi Al-Qur’an (GMBQ) kembali melaksanakan kegiatan sosial keagamaan melalui penyaluran wakaf Al-Qur’an di wilayah Kota Probolinggo. Kali ini, bantuan disalurkan ke Masjid Jawahirul Ma’aniy yang berada di Jalan Priksan Gang Santri, Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kamis (14/05/2026).
Dalam kegiatan tersebut, GMBQ menyerahkan sebanyak lima Al-Qur’an terjemahan untuk mendukung kebutuhan sarana ibadah dan pembelajaran agama bagi jamaah maupun santri di lingkungan sekitar masjid.
Penyaluran wakaf berlangsung sederhana namun penuh kehangatan. Pengurus masjid bersama warga sekitar menyambut baik kedatangan relawan GMBQ yang selama ini aktif menyalurkan bantuan Al-Qur’an ke berbagai daerah di Probolinggo Raya.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh Ketua Takmir Masjid Jawahirul Ma’aniy, Ust. M. Ali Harozin. Ia mengaku bersyukur atas perhatian dan kepedulian yang diberikan oleh komunitas sosial tersebut.
Menurutnya, keberadaan Al-Qur’an terjemahan sangat dibutuhkan untuk menunjang kegiatan ibadah, mengaji, dan pembelajaran agama bagi para santri maupun jamaah yang rutin mengikuti kegiatan keagamaan di masjid.
“Alhamdulillah kami mengucapkan terima kasih kepada Gerakan Media Berbagi Al-Qur’an yang telah memberikan wakaf Al-Qur’an untuk masjid kami. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi jamaah dan para santri yang belajar di lingkungan masjid,” ujar Ust. M. Ali Harozin.
Ia menuturkan, Masjid Jawahirul Ma’aniy hingga kini masih dalam proses pembangunan yang belum sepenuhnya rampung. Pembangunan masjid sempat tersendat selama beberapa tahun terakhir akibat keterbatasan anggaran dana.
Meski demikian, pengurus takmir tetap berupaya melanjutkan pembangunan secara bertahap sesuai kemampuan yang ada. Pengurus memilih untuk tidak melakukan penggalangan dana di jalan maupun meminta sumbangan secara langsung kepada masyarakat.
“Kami dari takmir tidak pernah menarik amal di jalan ataupun meminta-minta sumbangan. Kami hanya berharap ada bantuan tulus dari para donatur dan dermawan yang ingin membantu kelanjutan pembangunan masjid ini,” tambahnya.
Ust. M. Ali Harozin juga berharap ada perhatian dan dukungan dari masyarakat luas agar pembangunan Masjid Jawahirul Ma’aniy dapat segera dilanjutkan hingga selesai dan bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh warga sekitar.
“Kami memohon doa dan dukungan dari para dermawan agar pembangunan masjid ini bisa kembali berjalan. Semoga Allah memudahkan langkah para donatur yang ingin membantu rumah ibadah ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Partisipan GMBQ Wilayah Kebonsari Kulon, Aditya Rachman yang turut menyerahkan wakaf Al-Qur’an mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan sarana ibadah dan pendidikan agama masyarakat.
Ia menjelaskan, bantuan yang diberikan mungkin tidak besar, namun diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi jamaah dan generasi muda yang belajar membaca Al-Qur’an di masjid tersebut.
“Semoga Al-Qur’an yang kami serahkan hari ini bisa bermanfaat untuk jamaah dan santri di Masjid Jawahirul Ma’aniy. Mudah-mudahan menjadi amal jariyah bagi para pewakaf dan semua pihak yang terlibat,” kata Aditya Rachman.
Menurutnya, keberadaan masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan akhlak dan pendidikan agama bagi masyarakat sekitar, khususnya anak-anak dan remaja.
Karena itu, ia menilai kebutuhan sarana penunjang seperti Al-Qur’an harus terus diperhatikan agar kegiatan keagamaan dapat berjalan dengan baik dan nyaman.
Di sisi lain, Sekretaris GMBQ Septyan Dwi Cahyo mengatakan bahwa kegiatan wakaf Al-Qur’an merupakan agenda sosial yang terus dijalankan oleh komunitasnya sebagai bentuk kepedulian terhadap syiar Islam dan pendidikan Al-Qur’an.
Ia menyebutkan, GMBQ selama ini berupaya menjangkau masjid, musala, TPQ, dan lembaga pendidikan agama yang membutuhkan bantuan Al-Qur’an di wilayah Probolinggo dan sekitarnya.
“Kami berharap wakaf Al-Qur’an ini dapat membantu kebutuhan sarana ibadah di Masjid Jawahirul Ma’aniy. Meski jumlahnya tidak banyak, kami ingin ikut berkontribusi mendukung kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat,” ujar Septyan Dwi Cahyo.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat berbagi dan membantu rumah ibadah sesuai kemampuan masing-masing, baik dalam bentuk wakaf Al-Qur’an maupun dukungan pembangunan masjid.
Menurutnya, setiap bantuan sekecil apa pun akan memiliki nilai besar apabila digunakan untuk kepentingan ibadah dan pendidikan umat.
Kegiatan penyaluran wakaf Al-Qur’an tersebut diakhiri dengan doa bersama dan harapan agar pembangunan Masjid Jawahirul Ma’aniy dapat segera dilanjutkan serta menjadi pusat kegiatan ibadah dan pendidikan agama yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
(Prasojo)





