PENJURU.ID | Amerika Serikat – Gerombolan nyamuk sebabkan ratusan binatang ternak di Louisiana mati karena anemia dan pendarahan di bawah kulit mereka.
Dilansir dari CBS News, ratusan gerombolan nyamuk di barat daya Louisiana bergerombol seperti awan pembunuh, sejak Badai Laura datang.
Dampaknya, banyak hewan ternak seperti kuda yang ditemukan mati karena gigitan nyamuk.
Selain disebabkan gigitan, terdapat hewan ternak yang ditemukan kelelahan karena harus menghindari gigitan serangga tersebut.
Seorang dokter hewan di Ville Platte, Dr. Craig Fontenot memaparkan bahwa serangga ini sangat berbahaya dan sangat kejam.
“Mereka pengisap kecil yang kejam,” ujar Dr. Craig dilansir dari The Associated Press, pekan ini.
Berdasarkan informasi dari Kompas, Fontenot kemudian mengatakan bahwa para petani di 5 wilayah paroki di timur dan timur laut paroki, tempat Badai Laura melanda pada akhir Agustus, dampaknya kemungkinan peternak telah kehilangan 300 hingga 400 hewan ternak. Seorang peternak rusa juga kehilangan sekitar 30 dari 110 hewannya. Demi menghindari kerugian, mereka menjual hewan ternaknya agar tidak mati karena nyamuk.
Sebagai solusi, beberapa paroki memulai gerakan penyemprotan lewat udara untuk mengurangi gerombolan nyamuk ganas ini. Agen penyuluhan pertanian daerah Louisiana, Jeremy Hebert menjelaskan bahwa penyemprotan ini membuat populasi nyamuk turun secara drastis.
“Penyemprotan tersebut telah menurunkan populasi nyamuk secara drastis. Ini membuat perbedaan siang dan malam,” kata agen Paroki Acadia Jeremy Hebert, dilansir dari LSUAgCenter, Rabu (09/09/2020).
Menurut Fontenot, kematian ternak akibat nyamuk bukanlah hal yang baru di Amerika Serikat. Sebelumnya, hal terkait pernah terjadi setelah Badai Lili pada 2002 dan Badai Rita 2005.





