PENJURU.ID | Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) sudah mengumumkan bahwa PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia pada kuartal II (Q2) kemarin minus sebesar 5,32 persen. Terkait kondisi tersebut, Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra, Fadli Zon menilai pemerintah terbukti lamban dan salah resep dalam mengantisipasi terjadinya krisis.
“Pemerintah terbukti lamban dan salah resep dalam mengantisipasi terjadinyta krisis, baik terkait pandemi maupun aksesnya bagi perekonomian nasional. BPS (Badan Pusat Statistik) sudah mengumumkan bahwa PDB (Produk Domestik Brutto) kita pada kuartal II (Q2) minus sebesar 5,32 persen,” cuit Fadli melalui akun twitter pribadinya @fadlizon, Jumat (7/8/2020).
Anggota DPR ini mengingatkan agar masyarakat berhati-hati dengan narasi optimis yang dibangun pemerintah, padahal kondisi perekonomian sebenarnya dari segi PDB kian memburuk.
“Nyatanya, perekonomian kita merosot lebih buruk dari itu. Ini adalah peringatan agar kita waspada terhadap narasi optimis yang selalu didengungkan pemerintah,” sambungnya.
Lebih lanjut, Fadli juga mengkritisi langkah yang diambil pemerintah yang terkesan meremehkan virus tak kasat mata itu. Menurutnya, pemerintah enggan melakukan pencegahan dini karena gagal menetapkan Covid-19 sebagai skala prioritas. Pun, pemerintah mulai mengambil suatu keputusan ditengarai saat kasus pertama kali terkonfirmasi masuk ke Indonesia, yaitu pada maret lalu. Kegagalan itu karena pemerintah menolak melakukan karantina wilayah sejak awal dengan alasan ekonomi.
“Sejak awal pemerintah memang gagal menetapkan prioritas. Saat kasus Covid-19 pertama kali dikonfirmasi masuk Indonesia, awal Maret lalu, dengan alasan ekonomi pemerintah menolak melakukan karantina wilayah,” kritiknya.
Pada cuitan selanjutnya, mantan Wakil Ketua DPR ini menuding pemerintah Indonesia sebagai Negara terburuk se Asia dalam penanggulangan Covid-19. Kemudian dirinya membandingkan, kemampuan Indonesia dalam melakukan tes (rapid tes) hanya lebih baik dari Negara-negara di kawasan Afrika, yakni Ethopia dan Nigeria.
“Dari sisi pandemi, data menunjukkan penanggulangan Covid-19 di Indonesia merupakan yang terburuk di Asia. Kemampuan kita dalam melakukan tes, misalnya, hanya lebih baik dari Ethopia dan Nigeria,” pungkasnya.
(LA)





