PENJURU.ID| NASIONAL –Masa perpanjangan PPKM level 4 berakhir hari ini. Pengumuman resmi mengenai lanjut atau tidaknya PPKM level 4 akan diumumkan pemerintahan setelah melakukan evaluasi. Dalam rapat terbatas bersama para gubernur, Presiden Joko Widodo meminta penanganan dilakukan secara cepat yang mulai bergeser ke luar Jawa dan Bali.
“Respons cepat, karena kelihatannya ini terjadi pergeseran lonjakan dari Jawa Bali menuju ke luar Jawa-Bali,” Tegas Jokowi.
Jokowi menyoroti 6 provinsi di luar Pulau Jawa yang mengalami kenaikan kasus positif Covid-19. Enam provinsi itu adalah Kalimantan Timur (Kaltim), Sumatera Utara (Sumut), Papua, Sumatera Barat (Sumbar), Riau, dan NTT.
“Saya melihat ini angka-angka, hati-hati. Ini 5 provinsi yang tinggi di 5 Agustus Kaltim kasus aktif 22.529, Sumut 21.876, Papua 14.989, Sumbar 14.496, Riau 13.958, itu hari Kamis. Hati hati, hari Jumat kemarin, Sumut naik menjadi 22.892, Riau 14.993, Sumbar 14.712 ini juga naik. Yang turun saya lihat di 2 hari kemarin Kaltim dan Papua, tapi hati-hati ini selalu naik dan turun,” papar RI 1.
“Dan yang perlu hati-hati NTT, NTT hati-hati, saya lihat dalam seminggu kemarin tanggal 1 Agustus masih 886, 2 Agustus 410 kasus baru, 3 Agustus 608 kasus baru, tanggal 4 Agustus 530, tetapi lihat di tanggal 6 kemarin 3.598. Angka-angka seperti ini harus direspons secara cepat,” Tegasnya.
Jokowi pun meminta agar protokol Kesehatan warga diawasi. Jokowi mengatakan mobilitas manusia harus direm paling tidak 2 minggu. Kemudian, Jokowi meminta Panglima TNI menjalankan testing dan tracing secara cepat.
“Segera ditemukan siapa orang-orang yang memiliki kasus positif, segera temukan, merespons secara cepat. Kalau ndak orang yang punya kasus positif sudah menyebar ke mana-mana, segera temukan,” Perintahya.
Jokowi juga menginstruksikan agar orang-orang yang positif Covid-19 segera dibawa ke isolasi terpusat. Jokowi juga meminta Gubernur Bupati/Wali kota menyediakan isolasi terpusat di kota masing-masing.
“Ini tugas Gubernur, Bupati, Wali kota untuk menyiapkan isolasi terpusat di kota masing-masing, bisa jumlahnya 1, bisa 2, bisa 10, bisa memakai sekolah. Saya lihat di beberapa provinsi di Jawa memakai sekolah, memakai balai, memakai gedung-gedung olahraga, diberi tempat tidur yang nyaman, bawa mereka ke sana,” ujarnya.





