PENJUTU.ID | Probolinggo – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan menggelar doa bersama untuk mengenang dan mendoakan ASN yang meninggal dunia di Papua, sebagai bentuk penghormatan serta ungkapan duka cita atas berpulangnya seorang abdi negara.
Kegiatan tersebut dilaksanakan bertempat di aula pemasyarakatan, dan diikuti oleh jajaran petugas Rutan Kraksaan. Senin (14/9).
Kepala Rutan Kraksaan, Galih Setiyo Nugroho, menyampaikan bahwa doa bersama digelar sebagai bentuk penghormatan, kepedulian, dan solidaritas keluarga besar Rutan Kraksaan kepada sesama ASN yang telah berpulang.
“Doa bersama ini merupakan bentuk penghormatan dan kepedulian kami kepada almarhum serta keluarga yang ditinggalkan.
Sebagai sesama ASN, sudah sepatutnya kita turut mendoakan dan memberikan dukungan moril di tengah suasana duka.
Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, segala amal ibadahnya diterima, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi kehilangan ini,” tutur Galih.
Melalui kegiatan tersebut Rutan Kelas IIB Kraksaan berharap nilai kepedulian, solidaritas, dan kebersamaan senantiasa tumbuh di lingkungan ASN, sekaligus menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada bangsa dan negara merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
(Prasojo)




