PENJURU.ID | PROBOLINGGO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo melakukan penanganan pohon tumbang di area Taman Pemakaman Umum (TPU) Putuk Utara, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Selasa (8/9/2026) siang.
Petugas BPBD diterjunkan setelah menerima laporan mengenai keberadaan pohon kamboja yang tumbang dan menghambat akses jalan setapak di dalam kawasan pemakaman. Penanganan dilakukan untuk membuka kembali jalur yang tertutup sehingga dapat digunakan warga maupun peziarah.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Probolinggo, Boedi Harjanto, melalui Sekretaris BPBD Kota Probolinggo, Dedy Ristantama, mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti laporan yang diterima dengan mengerahkan personel ke lokasi.
“Begitu menerima laporan, kami segera mengarahkan personel untuk melakukan penanganan di lokasi. Tim kami datang untuk memastikan pohon yang tumbang dapat segera dievakuasi dan akses jalan setapak di area TPU kembali terbuka,” ujar Dedy.
BPBD Kota Probolinggo menurunkan sebanyak enam personel dalam proses penanganan tersebut. Petugas membawa sejumlah peralatan pendukung, termasuk gergaji mesin, untuk memotong bagian-bagian pohon yang tumbang agar lebih mudah dipindahkan.
Menurut Dedy, pohon kamboja tersebut diketahui telah tumbang sejak dua hari sebelumnya. Kondisi pohon yang melintang di jalur setapak membuat akses di dalam kawasan pemakaman menjadi terganggu.
“Pohon tersebut sudah tumbang sekitar dua hari lalu dan posisinya menutup akses jalan setapak di dalam area pemakaman. Karena itu, kami melakukan pemotongan dan pembersihan agar jalur tersebut bisa kembali dilalui,” jelasnya.
Ia menambahkan, personel BPBD bekerja dengan memperhatikan kondisi sekitar lokasi selama proses pemotongan berlangsung. Petugas terlebih dahulu memastikan bagian pohon yang akan dipotong dapat ditangani dengan aman sebelum proses evakuasi dilakukan.
Dedy menjelaskan bahwa penggunaan gergaji mesin membantu mempercepat proses pemotongan batang dan dahan pohon yang berukuran cukup besar. Setelah dipotong menjadi beberapa bagian, material pohon kemudian dipindahkan dari jalur yang sebelumnya tertutup.
“Penanganan seperti ini merupakan bagian dari respons kami terhadap laporan masyarakat terkait kondisi yang dapat mengganggu akses maupun aktivitas warga. Kami berupaya memberikan respons sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan,” katanya.
Dedy juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada BPBD apabila menemukan pohon tumbang atau kondisi lingkungan lain yang berpotensi mengganggu keselamatan dan akses masyarakat. Laporan tersebut diperlukan agar petugas dapat melakukan penanganan secara tepat.
“Kalau masyarakat menemukan pohon tumbang yang menghalangi akses atau membutuhkan penanganan, silakan segera dilaporkan. Dengan adanya laporan yang cepat, kami bisa segera melakukan pengecekan dan menentukan langkah penanganan di lokasi,” tuturnya.
Sementara itu, Lurah Mangunharjo, Ikrom Wida Utama, menyampaikan apresiasi terhadap respons BPBD Kota Probolinggo yang segera menindaklanjuti laporan terkait pohon tumbang di kawasan TPU Putuk Utara.
“Setelah mendapatkan informasi mengenai pohon kamboja yang tumbang dan menutup jalan setapak, kami berkoordinasi agar kondisi tersebut segera mendapatkan penanganan. Alhamdulillah, BPBD kemudian turun langsung ke lokasi,” ujar Ikrom.
Menurut Ikrom, keberadaan pohon tumbang cukup mengganggu aktivitas warga di dalam kawasan pemakaman. Jalan setapak yang tertutup membuat masyarakat harus mencari jalur lain ketika hendak menuju bagian tertentu di area TPU.
Ia berharap proses penanganan pohon tumbang dapat membuat akses di kawasan TPU Putuk Utara kembali normal. Selain membuka jalur, pembersihan juga diperlukan agar area pemakaman terlihat lebih tertata dan tidak terganggu oleh material pohon.
“Kami tentu berharap setelah dilakukan pemotongan dan pembersihan, akses masyarakat di dalam TPU kembali lancar. Kami juga mengajak warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kondisi lingkungan di sekitar area pemakaman,” kata Ikrom.
Ikrom menambahkan, pihak kelurahan akan terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait apabila terdapat kondisi lingkungan yang membutuhkan penanganan. Menurutnya, koordinasi antara pemerintah kelurahan, BPBD, dan masyarakat penting untuk mempercepat respons terhadap berbagai persoalan di lingkungan.
“Ketika ada laporan dari masyarakat, kami berupaya meneruskannya kepada instansi yang memiliki kewenangan agar bisa segera ditindaklanjuti. Kami berharap sinergi seperti ini terus berjalan sehingga setiap gangguan di lingkungan dapat ditangani dengan cepat,” pungkasnya.
Dengan penanganan tersebut, material pohon kamboja yang sebelumnya melintang di jalan setapak mulai dievakuasi dari jalur. Kehadiran personel BPBD di lokasi sekaligus memastikan akses di dalam TPU Putuk Utara dapat kembali digunakan oleh masyarakat.
(Prasojo)





