Canangkan Izin Sepeda dalam Tol, Anies Tuai Banyak Kontroversi

PENJURU.ID | Jakarta – Wacana Pemerintah DKI Jakarta yang meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia untuk mengizinkan sepeda masuk dalam kota pada akhir pekan. Seperti dikutip dari laman oto.detik.com bahwa surat yang dilayangkan oleh Anies kepada Basuki berisi permintaan agar Tol Lingkar dalam Jakarta (Cawang – Tanjung Priok) sisi Barat bisa dilewati sepeda.

Sebelumnya diberitakan oleh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan bahwa jalur sepeda yang diusulkan di tol dalam akan dibatasi dengan traffic cone (kerucut jalan). “Akan ada cone disiapkan dan ditutupnya satu jalur,” ujarnya. Syafrin menambahkan bahwa jalur persepeda yang akan digunakan adalah di sisi Barat dengan panjang 10 hingga 12 Km.

Bacaan Lainnya

Namun, wacana yang dicanangkan oleh Pemprov DKI Jakarta tersebut menghadirkan banyak kritikan dari berbagai kalangan masyarakat, salah satunya adalah komunitas sepeda Brompton Owners Group Kelapa Gading (BOGAS). Mereka mengatakan bahwa banyak sekali hal-hal yang harus dikaji jika Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan izin jalur sepeda masuk tol dalam kota.

Ketua pengurus BOGAS, Chriswanto menilai bahwa upaya Pemprov DKI yang ingin memanjakan para pesepeda dengan membuka jalan khusus pada tol dalam kota dinilai terlalu berlebihan dan beresiko.

Kali ini kami kurang sependapat dengan ide tersebut, karena dari segi keselamatan rasanya tidak mungkin dibuat jalur khusus sepeda yang terpisah dengan aman seperti halnya Tol Suramadu,” ungkap Chris (27/08/2020).

Selain komunitas BOGAS, Anggota Komisi C Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, Esti Arimi Putri mengakui bahwa ia tidak setuju dengan dengan kebijakan Gubernur DKI Jakarta tersebut dan menilai bahwa kebijakannya mengada-ada.

Enggak setuju, bahaya banget. Ini peraturan yang mengada-ada. Ini sangat membahayakan keselamatan para pesepeda,” ungkap Esti Arimi Putri (27/8/2020).

Pos terkait