BUMDes Bangun Sejahtera Kemang Hadapi Tantangan Produksi Telur Bebek, Kenaikan Harga Pakan Jadi Kendala Utama

PENJURU.ID| Bogor – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) “Bangun Sejahtera Kemang” yang bergerak di bidang peternakan bebek petelur terus berupaya mempertahankan produktivitas usaha di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dalam beberapa bulan terakhir. Unit usaha peternakan yang berlokasi di Jalan Kemang Kiara RT 003 RW 005, Kemang, Bogor tersebut kini tengah mengalami penurunan produksi telur akibat kondisi ternak yang memasuki masa “mabung”.

Pengelola sekaligus manager BUMDes
Bapak SUAEB FAHRIZAL
Menjelaskan bahwa usaha peternakan itik petelur yang dikelola pihaknya sejauh ini masih berjalan dengan baik. Namun, menurunnya produktivitas telur menjadi persoalan yang cukup berat bagi keberlangsungan usaha, terlebih di tengah kenaikan harga pakan yang terus terjadi.

“Alhamdulillah sampai hari ini usaha masih berjalan cukup baik. Tetapi beberapa bulan terakhir pendapatan telur kami memang cukup menurun. Saya juga baru mengetahui ada istilah ‘mabung’, yaitu kondisi dimana bebek sedang tidak memproduksi telur,” ujarnya saat diwawancarai.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat pihak pengelola harus mencari berbagai langkah antisipasi agar produktivitas ternak dapat kembali normal. Saat ini, keseimbangan antara biaya operasional dengan hasil penjualan telur dinilai belum stabil, bahkan cenderung merugikan.

Ia mengungkapkan bahwa kebutuhan pakan untuk ternak bebek setiap harinya mencapai sekitar empat karung. Sementara itu, harga pakan berkualitas yang digunakan terus mengalami kenaikan dari sebelumnya sekitar Rp395 ribu menjadi hampir Rp400 ribu per karung.

“Untuk pakan sehari bisa habis empat karung. Harga pakan sekarang terus naik, sedangkan produktivitas dan penjualan telur justru menurun. Kami sebenarnya pernah mencoba mencampur dengan pakan kualitas rendah atau KW, tetapi hasil produktivitasnya sangat berbeda. Karena itu kami tidak berani menggunakan pakan oplosan yang lebih murah,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa dalam usaha peternakan, biaya pakan menjadi komponen terbesar yang sangat menentukan keberhasilan usaha. Menurutnya, memiliki kandang yang baik dan populasi ternak yang banyak belum tentu menjamin keuntungan apabila biaya produksi tidak seimbang dengan hasil penjualan.

“Di peternakan itu yang paling berat memang pakan. Walaupun kita sudah punya kandang bagus dan populasi banyak, kalau penjualan dan biaya tidak seimbang bukan minim keuntungan lagi, malah bisa tekor,” tambahnya.

Dalam kondisi normal, peternakan yang dikelola BUMDes Bangun Sejahtera Kemang mampu memproduksi sekitar 1.500 butir telur per hari. Produksi tersebut biasanya menjadi salah satu sumber pendapatan yang cukup menjanjikan bagi pengembangan usaha desa sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.

Ke depannya, pihak pengelola berharap kondisi ternak dapat kembali stabil sehingga produktivitas telur meningkat. Selain itu, BUMDes juga berencana mengembangkan pakan alternatif guna menekan biaya operasional dan meningkatkan efisiensi usaha peternakan.

Upaya pengembangan unit usaha peternakan bebek petelur ini menjadi salah satu bentuk komitmen BUMDes dalam mendorong kemandirian ekonomi desa. Di tengah tantangan sektor peternakan yang semakin kompleks, inovasi dan pengelolaan usaha yang tepat dinilai menjadi kunci agar usaha desa tetap bertahan dan berkembang.

Pos terkait