BPP Tarowang Dorong Kelompok Tani Lakukan Revitalisasi dan Verifikasi Data RDKK Pupuk Subsidi 2026

oplus_2

PENJURU. ID | Jeneponto – Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Tarowang menggelar kegiatan Sosialisasi Revitalisasi Kelompok Tani Tahun Anggaran 2025 yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Penginputan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) Pupuk Subsidi Tahun 2026.

Kegiatan ini berlangsung di Kantor Desa Allu Tarowang, Kecamatan Tarowang, pada Rabu (15/10/2025) pukul 09.00 WITA, dan dihadiri oleh pengurus serta anggota kelompok tani dari dua desa, yakni Desa Allu Tarowang dan Desa Balang Loe Tarowang.

Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Desa Allu Tarowang yang mewakili Kepala Desa, serta dihadiri oleh perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto, seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Tarowang, aparat desa, dan seluruh kelompok tani di dua desa tersebut.

Dalam kesempatan itu, Kepala BPP Kecamatan Tarowang, Rudianto, menjelaskan bahwa revitalisasi kelompok tani merupakan langkah penting dalam memperkuat kelembagaan petani agar lebih aktif, efektif, dan tertib administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pastikan anggota kelompok benar-benar petani aktif. Jika ada yang berstatus ASN, TNI, atau Polri, datanya otomatis tidak bisa masuk dalam sistem. Jadi sebelum penginputan, lakukan verifikasi ulang agar tidak ada kesalahan,” tegas Rudianto.

Ia menambahkan bahwa setiap kelompok tani wajib memiliki minimal 20 anggota aktif. Jika jumlah tersebut belum terpenuhi, maka kelompok harus melakukan pembenahan agar sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Selain membahas revitalisasi kelembagaan, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi penginputan RDKK Pupuk Subsidi Tahun 2026. Proses ini dinilai sangat penting karena menjadi dasar penentuan kuota pupuk bersubsidi secara nasional.

“Penginputan RDKK 2026 harus dilakukan dengan teliti dan berdasarkan data lapangan. Data inilah yang menentukan jumlah pupuk bersubsidi untuk tahun depan. Jangan sampai ada data ganda atau anggota tidak aktif yang masih tercantum,” ujarnya menegaskan.

Melalui kegiatan ini, Dinas Pertanian Jeneponto berharap seluruh kelompok tani di wilayah Tarowang dapat memahami pentingnya revitalisasi kelembagaan serta ketepatan data RDKK, sehingga proses distribusi pupuk bersubsidi dapat berjalan transparan, lancar, dan tepat sasaran.

Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi antara peserta dengan pemateri, yang berlangsung aktif dan konstruktif.

Pos terkait