Belajar Tatap Muka Akan Di Buka, DPW PGK DIY Berikan Komentar

Sri Sultan Hamengku Buwono saat menghadiri agenda jejak pendapat dengan DPRD Provinsi D.I Yogyakarta digedung DPRD DIY

PENJURU.ID | Yogyakarta – Kegiatan belajar secara daring sampai saat ini menjadi solusi terbaik, karena disamping untuk menghindari penyebaran serta penularan covid-19 semakin meluas, akan tetapi banyak faktor-faktor yang harus diperhatikan perihal metode balajar daring tersebut salah satunya ialah harus memenuhi kuota atau pulsa dan perlengkapan untuk belajar daring.

Provinsi DIY akan membuka belajar mengajar kembali, akan tetapi menggunakan protokol yang sesuai. Gubenur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap pembukaan kegiatan pendidikan tatap muka dilakukan secara bertahap dimulai dari perguruan tinggi kemudian diikuti oleh jenjang dibawahnya.

“Mau saya itu ya dari kampus terlebih dahulu baru nanti belakangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), bukan dibalik dari PAUD terlebih dulu baru Kampus”, kata Sri Sultan Hamengku Buwono X di Komplek Kepatihan, Yogyakarta pada Senin (3/820).

Menurut Sri Sultan, pembukaan dunia pendidikan dengan tatap muka atau secara langsung di masa pandemi baik untuk perguruan tinggi maupun sekolah-sekolah memiliki resiko penularan yang sangat besar, makanya harus hati-hati dan dipertimbangkan lebih matang kembali. Oleh sebab itu, hingga saat ini Sri Sultan masih menginginkan supaya pendidikan jarak jauh (PJJ) diperkuat.

Namun demikian menurut Sultan, apabila dimulai dari siswa paling bawah yaitu siswa PAUD dapat mengakibatkan resiko penularan yang besar. “Kita masih menunggu penelaahan lebih dalam perihal kehadiran mahasiswa maupun anak-anak sekolah dalam belajar secara langsung (tatap muka) karena resiko yang ditimbulkan akan berdampak sangat besar”, menurut Sultan HB X.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji mengungkapkan bahwa gurbenur DIY selalu mengingatkan supaya pembukaan kembali belajar mengajar secara langsung atau tatap muka tidak dilakukan secara gegabah.

“kita ini tidak boleh gegabah perihal pembelajaran secara langsung (tatap muka), terutama untuk Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) karena akan beresiko penularan yang sangat besar, jadi kita uji coba dulu pada perguruan tinggi, apabila ada pengalaman pada perguruan tinggi barulah kita geser kesekolah-sekolah dibawahnya, karena walau bagaimana pun harus ada percontohan terlebih dahulu, pelan-pelan saja jangan sampai tergesa-gesa”, ungkap Sekda DIY.

Ketua Bidang Keperempuanan DPW PGK DIY, Ridha Annisa Hakim mengungkapkan bahwasanya pembukaan belajar mengajar secara langsung dinilai kurang baik melihat perkembangan Covid-19 di DIY meningkat sangat serius.

Ketua Bidang Keperempuanan DPW PGK DIY, Ridha Annisa Hakim saat menghadiri acara malam kearaban.

“Harusnya pemerintah memperhatikan perkembangan Covid-19 terlebih dahulu, jangan terburu-buru untuk membuka pembelajaran secara langsung karena saat ini Covid-19 di DIY meningkat, dikaji kembalilah niatannya tersebut”. Ujar Ridha Annisa Hakim, Kamis (05/8/20).

Covid-19 di DIY meningkat cukup pesat dalam beberapa hari ini, bahkan tidak terlihat adanya penurunan, maka harus diperhatikan yang serius karena itu menyangkut nyawa manusia, ujar Ketua Bidang Perempuan yang juga sebagai mahasiswa Pascararjana Kebidanan UNISA.

“Pembelajaran secara langsung memang baik, tapi apabila akan dilaksanakan menunggulah waktu yang tepat karena sejauh ini Covid-19 di DIY cukup memprihatinkan dan tidak terlihat adanya perkembangan yang menurun, untuk itu pemerintah DIY telaah kembali niatannya tersebut karena ini menyangkut nyawa manusia”. Ungkap Ridha Annisa Hakim.

 

(ES)

Pos terkait