Anggota Komisi IV Soroti Job Fair Bekasi Pasti Kerja Expo 2025, Pelaksanaan Teknis Harus Dievaluasi

PENJURU.ID I Kabupaten Bekasi – Angota komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Partai Demokrat Haryanto menyoroti pelaksanaan job fair Bekasi Pasti Kerja Expo 2025 harus dievaluasi. Acara yang diinisiasi  oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) digelar di President University Convention Center, Jababeka, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Selasa (27/5/2025).

Menurut Haryanto, membeludaknya pencari kerja yang hadir mengakibatkan sejumlah persoalan teknis yang terjadi selama pelaksanaan, banyak peserta yang pingsan, terjadi keributan, serta minimnya fasilitas seperti ambulans, area parkir, dan kesiapan panitia.

Bacaan Lainnya

“Pelaksanaan teknis harus dievaluasi, ke depan, panitia harus lebih sigap dan fasilitas pendukung harus memadai,” tegasnya.

Ia juga mengusulkan agar kegiatan job fair skala besar seperti ini diselenggarakan secara merata di tiap kecamatan, untuk mencegah penumpukan pencari kerja di satu lokasi. Pentingnya inovasi dalam proses rekrutmen tenaga kerja, agar tidak menimbulkan kerumunan seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Ketidakseimbangan jumlah pencari kerja yang hadir dengan lowongan pekerjaan yang tersedia. Akhirnya menimbulkan realita memprihatinkan,” ujarnya.

Ia juga meminta dalam perekrutan tenaga kerja ini Disnaker Kabupaten Bekasi juga memprioritaskan penyandang disabilitas sesuai amanah undang-undang. Dan juga bersikap terbuka mengenai hasil rekrutmen, siapa saja pencari kerja yang diterima kerja di job fair ini.

“Dalam job fair ini, penyandang disabilitas juga harus diprioritaskan, sesuai amanah undang-undang. Bersikap terbuka, siapa saja pencari kerja yang diterima kerja,” ungkap Haryanto.

Lebih lanjut, Haryanto sangat mengapresiasi langkah Bupati dan Wakil Bupati Bekasi yang menjadikan job fair ini sebagai bagian dari program 100 hari kerja untuk menurunkan angka pengangguran. Terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati atas terobosan mereka membangun komunikasi dengan perusahaan-perusahaan di Kabupaten Bekasi.

“Terobosan ini membuka kesempatan kerja untuk masyarakat dan mengurangi jumlah pengangguran di kabupaten Bekasi,” tandasnya.

 

Pos terkait