5 Fakta Menarik Seputar Lucid Dream

Ilustrasi Lucid Dreams. (Sumber: Google).

PENJURU.ID | Kesehatan – Pernahkah anda mendengar Lucid Dream? Apakah anda pernah mengalaminya? Lucid Dream adalah mimpi sadar. Lucid Dream adalah kondisi ketika kita bermimpi dan terasa sangat nyata, padahal sebenarnya kita sedang bermimpi sampai terbangun. Namun, sebagian orang tidak menyadari bahwa mereka sedang bermimpi dan mampu untuk mengendalikan mimpi lalu menjadikannya realitas impian mereka.

Berikut ini adalah 5 fakta menarik mengenai Lucid Dream:

  1. Lucid Dream sama seperti mimpi normal

Dilansir dari Idntimes, mimpi adalah manifestasi visual tanpa sadar dari informasi dan kenangan yang sudah ada di kepala kita. Mekanisme saraf yang memungkinkan otak kita untuk “melihat” kenyataan mimpi mungkin adalah mekanisme yang sama saat kita membayangkan masa depan (melamun). Satu-satunya perbedaan adalah, bahwa dalam lucid dream sepertinya apa yang kita “lihat” adalah kenyataan.

  1. Satu dari lima orang mengalami lucid dream setiap satu bulan sekali atau lebih

Survei yang dilakukan oleh Snyder & Gackenback pada tahun 1988, menemukan bahwa 20% orang mengaku mengalami Lucid Dream setiap bulannya. Sementara itu, 50% orang telah mengalami setidaknya sekali dalam hidup mereka. Kesimpulannya, fenomena ini bukanlah fenomena yang langka, hal ini sangat wajar dan sangat normal untuk memiliki kontrol terhadap mimpi.

  1. Lucid Dream dapat dijadikan terapi

Dr. Denholm Aspy dari University of Adelaide, Australia menemukan bahwa Lucid Dream dapat dijadikan terapi untuk mengatasi mimpi buruk. Khususnya mimpi buruk yang terus menerus terjadi. Terapi Lucid Dream dapat memberi kemampuan seseorang untuk dapat mengendalikan mimpinya. Selain itu, terapi Lucid Dream juga dapat membantu penderita fobia untuk melawan fobianya. Karena ia dapat mengendalikan pikirannya atas ketakutan yang dirasakan.

  1. Terjadi pada tahap tidur REM

Saat kita bermimpi, kita akan melewati empat tahap, yakni tidur ayam, mulai tertidur, tidur nyenyak dan tidur REM. Lucid Dream biasanya terjadi pada seseorang yang sudah memasuki fase REM (Rapid Eye Movement) atau gerakan mata cepat.

Hal ini diperkuat oleh penelitian dari Celia Green, seorang Psikolog Inggris yang pertama kali mencetuskan istilah Rapid Eye Movement (REM) yang merujuk ke kondisi dalam tidur yang ditandai dengan gerakan acak dan cepat dari mata.

Dilansir dari Dream.co.id, Saat tidur REM, otak dalam posisi yang sangat aktif. Bahkan detak jantung dan gerakan mata juga meningkat. Dan saat inilah Lucid Dream dapat terjadi. Namun, terkadang Lucid Dream hanya terjadi sekilas saja.

  1. Perempuan lebih cenderung mengalami Lucid Dream

Dilansir dari ncbi.nlm.nih.gov, survey dilakukan ke 919 partisipan, dan hasilnya 51% orang pernah mengalaminya . Penelitian ini dilakukan terhadap masyarakat di Jerman dan hasilnya bahwa wanita lebih cenderung mengalami Lucid Dream ketimbang pria.

Pos terkait