PENJURU.ID | Minggu (30/08/2020) di Jakarta, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman menemukan adanya mutasi virus Covid-19 menjadi strain jenis baru bernama D614G.
Dari data kementrian kesehatan, Indonesia melaporkan 2.858 kasus positif Covid-19 pada hari Minggu. Diatas rata-rata harian bulan lalu. Virus mutasi ini diduga telah menyebar di Indonesia sejak sekitar bulan April 2020.
Tetapi sejauh ini, belum ada konfirmasi apakah mutasi virus D614G berkaitan atau berdampak terhadap tingginya angka kematian pasien Covid-19 atau tidak karena keterbatasan data terkait virus tersebut.
Menurut penelitian di laboratorium, strain baru virus ini lebih cepat menginfeksi sel manusia. Namun, belum terbukti jika menyebabkan penularan antar manusia yang cepat.
“Jadi ada percobaannnya, karena ada perubahan molekul disitu, kemudian enzimnya bekerja lebih cepat sehingga virusnya lebih cepat ke manusia,” kata Amin Soebandrio, Kepala Lembaga Biologi Eijkman.
Mutasi virus corona D614G juga sudah terdeteksi di beberapa negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, dan Filipina. Tetapi, Institut Penelitian Medis Malaysia menegaskan bahwa virus D164G, “10 kali lebih menular dan mudah disebarkan oleh individu.”
Dwi Oktavia, pejabat Dinas Kesehatan DKI Jakarta, telah mengimbau masyarakat untuk tetap tinggal. di rumah dan memakai masker saat mereka harus keluar “Perlu ada kesadaran dan upaya bersama, baik dari pemerintah maupun masyarakat, dalam menyikapi kasus yang terus meningkat,”
Eijkman juga meminta masyarakat untuk tidak panik dengan temuan mutasi virus Corona ini di Indonesia.





