PENJURU.ID | Probolinggo- Puluhan warga Tamansari bersama Kepala Desa mendatangi tambang galian C yang terletak di gunung pandek serta di dampingi para aktivis yang ada di Probolinggo.
Membuat salah satu kader Partai Buruh, merasa gusar dan geram, karena ada pihak yang merusak alam di wilayah makan kramat, hal itu baru di ketahui setelah melihat video dan membaca berita dari beberapa media, hal ini yang membuat hatinya tergugah untuk angkat bicara, setelah itu cek kelokasi ternyata benar adanya.
” Saya pikir sudah dihentikan pengerukan di Desa Tamansari, ternyata malah tambah parah, setelah Gunung Bentar sekarang merambat ke Gunung Pandek gililran untuk aktifitas galian c, yang mana diatas gunung ada makam Waliyullah Raden Joyo Laksono yang babat alas Desa Tamansari dan juga banyak makam serta petilasan bekas Majapahit yang dimuliakan oleh warga bahkan setiap tahun seluruh masyarakat Tamansari merayakan Haul diatas gunung itu, kalau gunungnya di keruk dan dirusak akan tinggal nama wisat religi Gunung Pandek”, Ucap Alex Sekretaris Partai Buruh pemuda asal Parsehan, Minggu. (26/06/2023)
“Sebagai asli warga Tamansari saya harap Galian itu dihentikan, kembalikan keasal semula kalau butuh urukan cari desa atau tempat lain saja jangan desa kami menjadi korban, hormati adat budaya masyarakat setempat”, harapnya
Sementara Kepala Desa Tamansari Sutaji menuturkan, bahwa adanya penambangan di dekat Makam Kramat tersebut tidak ada pemberitahuan kepada pemerintah Desa Taman Sari.
” Bahaya mas kalau masyarakat tau di wilayah ini ada penambangan dua Desa yaitu Tamansari dan Desa Curah Sawo akan marah besar,” Tutur Sutaji
Lanjut Sutaji, pokoknya kami dan warga tidak setuju kalau di area makam kramat tersebut ada aktivitas penambangan alasan apapun kami tetap menolak masih banyak tanah yang mau di tambang di sekitar gunung pandek ini.
Apabila tetap memaksa ada aktivitas tambang jangan salahkan kami dan masyarakat Tamansari dan Curah Sawo kalau nanti ada hal-hal yang tidak di inginkan akan terjadi,” tegas Sutaji.
(Prasojo)





