Dari Sekop ke Harapan: Dansatgas TMMD ke-128 Turun Langsung Bangun Jalan Warga Jeneponto

PENJURU. ID | Jeneponto – Tangan itu tak sekadar memberi perintah, tetapi ikut bekerja. Di tengah adukan semen yang basah, Komandan Kodim 1425/Jeneponto selaku Dansatgas TMMD ke-128 Tahun 2026, Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa, tampak membungkuk menggenggam sekop, membaur bersama prajurit dan warga.

Kebersamaan tanpa sekat terlihat jelas dalam proses pengecoran jalan desa di Dusun Bontote’ne, Desa Arpal, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, Minggu (3/5/2026). Tidak ada jarak antara pimpinan dan masyarakat, yang ada hanya kerja dan semangat gotong royong.

Seragam loreng yang dikenakan pun tak lagi sekadar simbol. Balutan semen dan tanah menjadi saksi keterlibatan langsung di lapangan. Prajurit dan warga bergerak dalam ritme yang sama, mengaduk dan meratakan material demi memastikan jalan rabat beton terbentuk dengan baik.

Pembangunan di titik ini tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki. Jalan yang dibangun menjadi penghubung antara Desa Arpal dan Desa Camba-camba, sekaligus membuka harapan baru bagi masyarakat.

Bagi warga, jalan tersebut menjadi akses penting untuk mengangkut hasil panen, menjangkau fasilitas pendidikan, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang selama ini terbatas.

Dansatgas TMMD ke-128, Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa, menegaskan pentingnya kehadiran langsung di tengah masyarakat dalam setiap proses pembangunan.

“Kami ingin hadir bersama masyarakat, bukan hanya melihat, tetapi ikut bekerja. Karena pembangunan ini bukan milik TNI saja, tetapi milik kita semua,” ujarnya.

Ia menyebut progres pekerjaan saat ini menunjukkan hasil yang menggembirakan. Hingga kini, pengecoran jalan telah mencapai sekitar 350 meter.

“Ini adalah bukti nyata dari kerja sama dan semangat gotong royong yang terus terjaga,” jelasnya.

Menurutnya, kebersamaan menjadi kunci utama dalam mempercepat pembangunan di lapangan. Dengan kerja bersama, beban terasa lebih ringan dan hasil dapat segera dirasakan.

“Kalau kita kerjakan bersama, pekerjaan terasa lebih ringan dan hasilnya pun lebih cepat terlihat. Inilah kekuatan utama dari kebersamaan antara TNI dan masyarakat,” tegasnya.

Ia pun berharap jalan yang dibangun dapat memberikan manfaat nyata bagi warga dan menjadi awal perubahan yang lebih baik.

“Semoga jalan ini nantinya benar-benar membuka akses dan membawa perubahan bagi kehidupan masyarakat di sini,” pungkasnya.

Di balik setiap ayunan sekop, tersimpan kisah pengabdian. Sementara di atas jalan yang perlahan terbentuk, harapan masyarakat kini mulai menemukan jalannya.

Pos terkait