Tender Pembangunan Gedung Dinas Sosial Dinilai Bermasalah, DPC JAPATI kota Cilegon Angkat Bicara

Penjuru.id. Cilegon. Dewan Pimpinan Cabang Jaringan Pemuda Banten Anti Korupsi (JAPATI) Kota Cilegon angkat bicara terkait sistem lelang rancana pembangunan gedung Dinas Sosial kota Cilegon. Kepada awak media ketua DPC JAPATI Ari atau biasa disapa Ari Dumung menilai adanya dugaan permainan dalam proses lelang yang di lakukan LPSE kota Cilegon.

“Kami menilai adanya dugaan permainan dalam kegiatan proses lelang untuk pembangunan gedung dinsos yang di duga mengarahkan ke salah satu peserta”ungkap Ari Dumung. Jum’at (28/07/2023).

Lanjutnya. kami menyayangkan dengan program pembangunan pemerintah yang seharusnya berjalan dengan sesuai aturan, baik Perpres maupun permen PU berjalan dengan lancar, akan tetapi sepertinya tidak sesuai dengan aturan yang ada sehingga program tersebut kami nilai bermasalah.

“Dari 6 peserta lelang yang mengikuti tender lelang hanya satu yang di anggap lolos ferifikasi dan di teruskan dengan undangan pembuktian lelang tersebut”ungkapnya

Kami melihat dan menduga adanya konspirasi atau intervensi yang di lakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, sehingga di laman website LPSE kota Cilegon mandeg bahkan sampai dengan masa sanggah tetapi belum ada pemenang.

Ari menjelaskan bahwa dirinya selalu aktif mengikuti setiap tahap dalam lelang pembangunan gesung dinas Sosial, kami selaku kontrol sosial selalu memantau tender lelang dan memantau perkembangan yang di laksanakan oleh pemerintah kota Cilegon dalam hal ini barjas kota Cilegon.

Web LPSE Kota Cilegon

“Sesuai dengan jadwal lelang dari tahapan sampai dengan pemenang, belum juga ada pemenang nya, kalau memang berkasnya tidak lengkap, seharusnya barjas membatalkan lelang tersebut atau lelang ulang”tegasnya

kami memastikan jika lelang atau tender pembangunan gedung dinsos di paksakan malah akan menjadi masalah, dari syarat LDP /LDK yang di persyaratkan juga kami menduga memberatkan para peserta lelang yang akan mengikuti lelang,ini jelas ada dugaan konspirasi terselubung (red)

Pos terkait