PENJURU.ID | Probolinggo – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan menggelar pengajian bagi warga binaan dengan menghadirkan Ketua Lembaga Dakwah (LD) PCNU Kabupaten Probolinggo sebagai pemberi tausiyah. Kegiatan tersebut mengangkat tema keteladanan akhlak Nabi Muhammad SAW, sebagai bagian dari pembinaan kepribadian dan penguatan spiritual warga binaan. Kamis (27/08).
Ketua Lembaga Dakwah PCNU Kraksaan, Gus Moh. Ali Mabrur, menyampaikan pentingnya menjadikan akhlak Rasulullah sebagai pedoman dalam kehidupan. “Melalui momentum ini, mari kita menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan. Kesabaran, kejujuran, kasih sayang, dan kepedulian beliau kepada sesama hendaknya kita tanamkan dalam diri. Setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, dan perubahan itu dapat dimulai dari hal-hal sederhana melalui sikap dan perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Ketua LD PCNU Kraksaan.
Kepala Rutan Kraksaan, Galih Setiyo Nugroho, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter warga binaan. “Kami berharap tausiah yang disampaikan dapat memberikan penguatan spiritual sekaligus menjadi pengingat bagi warga binaan untuk terus memperbaiki akhlak dan meneladani sifat-sifat Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Galih.
Kegiatan diikuti warga binaan berlangsung secara tertib serta khidmat. Melalui tausiah tersebut, warga binaan diajak memperdalam pemahaman keagamaan sekaligus merefleksikan sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Rutan Kraksaan dalam mendorong pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga pada penguatan iman, pembentukan akhlak, dan perubahan sikap sebagai bekal warga binaan untuk kembali ke tengah masyarakat.
(Prasojo)





