Teka-teki Kebakaran Eks Ramayana Cikarang: Antara Korsleting dan Isu Sabotase Ekonomi

PENJURU.ID I Kabupaten Bekasi – Kebakaran kembali melanda kawasan Pasar Cikarang eks Ramayana, Cikarang Utara pada Minggu malam (17/05/2026). Insiden ini menghanguskan sejumlah lapak pedagang dan menjadi kebakaran keenam kalinya sejak bangunan seluas 2,6 hektare tersebut hancur dalam kerusuhan 1998.

Peristiwa ini memicu tanda tanya besar di kalangan pedagang dan masyarakat: apakah murni musibah, atau disengaja? Sejumlah pedagang menduga kebakaran bukan disebabkan oleh korsleting listrik. Pasalnya, titik api disebut berasal dari lapak kosong yang tidak memiliki sambungan aliran listrik aktif.

Bacaan Lainnya

Beberapa saksi mata pun sangat menyayangkan kejadian ini dan curiga ada pihak yang sengaja membakar lapak mereka hingga ludes tak tersisa. Isu dugaan sabotase berkembang liar dan dikaitkan dengan motif kepentingan ekonomi.

Berdasarkan analisis sejumlah pemerhati lingkungan dan tata kota, terdapat potensi perputaran dana bernilai besar dari pungutan tidak resmi di area pasar tumpah tersebut. Sejak relokasi pasar dari kawasan SGC ke Pasar Cikarang, hilangnya pemasukan dari ratusan lapak memunculkan dugaan adanya oknum tertentu yang bermain di balik insiden ini.

Meski begitu, dugaan tersebut masih sebatas analisis dan belum didukung oleh bukti hukum yang sah. Saat ini, lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi, dan Tim INAFIS Polres Metro Bekasi telah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi berlebihan hingga hasil investigasi resmi dirilis.

Pos terkait