Tak Tinggal Diam! Bupati Paris Yasir Turun Tangan, Damkar Dikerahkan Selamatkan Sawah Petani dari Kekeringan

PENJURU. ID | Jeneponto – Pemerintah Kabupaten Jeneponto bergerak cepat merespons dampak musim kemarau panjang yang mulai mengancam sektor pertanian. Langkah darurat ditempuh untuk menjaga sawah petani tetap produktif serta memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi.

Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, SE., MM turun langsung memimpin upaya penanganan dengan mengoptimalkan distribusi air dari Irigasi Kelara Kareloe. Selain itu, bantuan air bersih juga disiapkan untuk wilayah yang terdampak kekeringan.

Sebagai langkah awal, pemerintah daerah menggelar pertemuan koordinasi lintas sektor yang melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Dinas PU Provinsi Sulawesi Selatan, serta sejumlah instansi terkait di tingkat kabupaten hingga desa.

Pertemuan tersebut membahas strategi penanganan jangka pendek sekaligus solusi jangka panjang guna memperbaiki sistem irigasi yang dinilai belum mampu mengimbangi kebutuhan lahan pertanian yang terus bertambah.

Bupati Paris Yasir menegaskan pentingnya penyamaan persepsi terkait luas area persawahan dengan kapasitas debit air yang tersedia. Saat ini, kondisi keduanya dinilai tidak lagi seimbang.

Data menunjukkan, kapasitas saluran induk Irigasi Kelara hanya mampu mengalirkan sekitar 6 meter kubik per detik untuk melayani 6.000 hingga 7.000 hektare lahan. Sementara luas lahan yang bergantung pada aliran tersebut telah mencapai sekitar 12.000 hektare.

Melihat kondisi itu, pemerintah merencanakan langkah strategis berupa pelebaran dan perluasan saluran induk agar distribusi air dapat menjangkau seluruh area pertanian secara lebih merata.

Di sisi lain, solusi jangka pendek juga diterapkan melalui sistem penggiliran air. Kebijakan ini mulai menunjukkan hasil, terutama di wilayah sekunder Irigasi Tarowang yang kini kembali teraliri hingga ke area yang sebelumnya mengalami kekeringan.

“Alhamdulillah, wilayah yang sebelumnya belum terjangkau kini mulai menerima aliran air. Pemerintah akan terus berupaya menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” ujar Bupati Jeneponto.

Berdasarkan kesepakatan bersama, distribusi air dilakukan selama empat hari untuk Kecamatan Tarowang dan tiga hari untuk Kecamatan Turatea guna memastikan pemerataan pasokan.

Tak hanya itu, sebagai bentuk penanganan darurat, pemerintah daerah juga menurunkan dua unit mobil pemadam kebakaran serta satu unit mobil tangki dari BPBD untuk menyuplai air bersih ke titik-titik terdampak.

Armada tersebut disiagakan agar dapat bergerak cepat membantu masyarakat tanpa mengganggu tugas utama masing-masing instansi.

Pemerintah Kabupaten Jeneponto menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui kerja nyata dan kolaborasi lintas sektor demi menjaga ketahanan pangan serta kesejahteraan petani tetap terjaga.

Pos terkait