PENJURU. ID | Jeneponto – Suara palu dan semangat gotong royong mewarnai dimulainya rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Mu’is Patu (54), warga Dusun Bontote’ne, Desa Arpal, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, Jumat (8/5/2026).
Bagian teras rumah yang selama ini lapuk dimakan usia mulai dibongkar oleh personel Satgas TMMD ke-128 Tahun 2026 Kodim 1425/Jeneponto bersama warga setempat. Kondisi rumah yang sebelumnya memprihatinkan kini perlahan berubah menjadi harapan baru bagi keluarga Mu’is Patu.
Program rehab RTLH tersebut menjadi salah satu sasaran fisik tambahan dalam pelaksanaan TMMD ke-128 Tahun 2026 Kodim 1425/Jeneponto yang bertujuan membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan hunian yang lebih layak.

Dengan penuh kepedulian, Satgas TMMD turun langsung mengerjakan proses pembongkaran sebagai tahap awal pembangunan rumah yang aman dan nyaman untuk ditempati. Kebersamaan antara TNI dan warga tampak begitu kuat selama proses pengerjaan berlangsung.
Dansatgas TMMD ke-128 Tahun 2026 Kodim 1425/Jeneponto, Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa, menegaskan bahwa program RTLH bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan.
“TMMD hadir bukan hanya membangun rumah, tetapi juga membawa harapan dan kebahagiaan baru bagi masyarakat. Kami ingin rakyat merasakan bahwa TNI selalu hadir di tengah kesulitan mereka,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa program rehab RTLH menjadi bukti nyata pengabdian TNI AD melalui TMMD dalam membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan.

Menurutnya, dengan semangat gotong royong yang terus terjaga, rumah Mu’is Patu nantinya akan menjadi tempat tinggal yang lebih nyaman dan membawa kebahagiaan bagi keluarganya.
Sementara itu, Mu’is Patu mengaku terharu dan bersyukur atas bantuan yang diberikan Satgas TMMD. Ia tidak menyangka rumahnya yang selama ini dalam kondisi rusak akhirnya mendapat perhatian untuk diperbaiki.





