PENJURU.ID | KARANGANYAR -:Sabrina Aisyah Nugroho (12) gadis cilik yang lahir diKaranganyar Putri ke-3 dari 3 bersaudara pasangan Jack Cl dan Erna yang saat ini menempuh pendidikan di SDN Gawanan 1 Colomadu Karanganyar Jawa Tengah yang duduk di kelas VI mewarisi darah seni dari orang tuanya.
Sabrina Aisyah Nugroho mendapatkan suport dari ayahandanya yang merupakan Owner Studio Rekaman Javaholic Record di kawasan Gawanan Colomadu Karanganyar Jawa Tengah. Sejak kecil Sabrina sudah akrab dengan dunia seni berawal dari penyanyi melihat proses rekaman di studio ayahnya.
“Saya belajar menyanyi di bimbing Bapak dari usia 3 tahun dan belum sekolah.” kata Sabrina saat di konfirmasi penjuru.id pada Rabu,(9/6) di Studio Javaholic Record.
“Sejak usia dini saya berproses belajar dengan tekun olah vokal, menghafal lagu, latihan koreografi mempelajari gaya sewaktu menyanyi,” ujarnya.
Kini Sabrina Aisyah Nugroho sudah di kenal sebagai penyanyi cilik yang piawai menyanyikan lagu anak-anak dari pop sampai mandarin .
“Paling susah itu belajar olah vokal, kalau menghafal paling lama 2 hari sudah bisa,” tegasnya.
Sabrina juga mengikuti kursus olah vokal di salah satu sekolah musik di Kota Solo, selain itu Sabrina juga belajar menari di Sanggar Tari Soerya Simirat GPH Herwasto Kusumo Istana mangkunegaran.
Disela padatnya kegiatan Sabrina berkolaborasi dengan Gepeng Yunior pada Senin kemarin (6/06) di Sate Lawu membuat tayangan untuk siaran televisi lokal maupun nasional serta Internasional dalam rangka mengangkat Wirausaha Kuliner Tawangmangu dan UMKM khususnya di Tawangmangu Karanganyar.
Saya telah memiliki 3 album yakni Album Banyuwangi yang di prosuseri Javaholic Record, Album Anak Sholeh bersama Menara dari Dunia Recor Record serta album kompilasi Om Telolet Om.
Saat ini Sabrina merambah ke dunia presenter penyanyi cilik dalam bahasa jawa dan reportasenya telah tayang di media lokal maupun mancanegara Garuda TV Suriname.
“Kami sebagai generasi milenia telah berkarya untuk membawa nama Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.”imbuhnya. “Yg
Tentunya kami berharap mendapat perhatian dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat agar karya yang saya bawakan bisa di fasilitasi agar bisa tayang di stasiun televisi baik TV lokal, TV Swasta/ Nasional maupun mancanegara, untuk memicu kami supaya dapat menghasilkan karya-karya berikutnya.” pungkasnya. (Wishnu)





