Iqbal Afra: Libatkan Orang Tua dalam Program Makan Bergizi

PENJURU.ID I KOTA BEKASI – Akademisi sekaligus praktisi Kota Bekasi, Iqbal Afra, S.E., M.M, mengusulkan penyempurnaan teknis pelaksanaan Program Makan Bergizi (MBG). Gagasan ini bertujuan agar program lebih efisien, tepat sasaran, dan berdampak langsung bagi keluarga.

Iqbal menilai mekanisme pelaksanaan MBG perlu dievaluasi secara berkala untuk menekan risiko operasional di lapangan. Ia menawarkan pendekatan baru dengan menempatkan keluarga sebagai pusat pemenuhan gizi anak.

Mekanisme Bekal dari Rumah Dalam konsep ini, orang tua bertugas menyiapkan bekal bergizi sesuai kebutuhan anak. Pihak sekolah kemudian melakukan verifikasi sederhana atas kehadiran siswa. Setelah itu, dukungan dana diberikan kepada keluarga sebagai pengganti biaya penyediaan makanan hari berikutnya.

“Setiap anak memiliki kebutuhan dan selera berbeda. Keluarga adalah pihak yang paling memahami hal tersebut,” ujar Iqbal.

Enam Manfaat Strategis

Menurut Iqbal, model berbasis keluarga ini memberikan beberapa keuntungan:
1.Bekal sesuai dengan preferensi anak.
2.Mengurangi risiko makanan terbuang.
3.Menekan biaya distribusi logistik.
4.Mendorong keterlibatan aktif orang tua.
5.Meningkatkan perputaran ekonomi lokal.
6.Mempermudah pengawasan anggaran program.

Iqbal menegaskan bahwa usulan ini merupakan kontribusi pemikiran konstruktif untuk mengoptimalkan program pemerintah. Evaluasi berkala berbasis kondisi lapangan sangat penting untuk memastikan manfaat program tepat sasaran.

Saat ini, Iqbal sedang menempuh Program Doktor (S3) Ekonomi untuk terus mengembangkan kontribusi pemikiran bagi pembangunan bangsa. Melalui gagasan ini, Ia berharap tercipta ruang diskusi produktif demi keberhasilan program peningkatan gizi nasional.

“Investasi terbaik masa depan adalah memastikan anak Indonesia tumbuh sehat dan cerdas,” pungkas Iqbal.

Pos terkait