PENJURU.ID | Internasional – Rasmus Paludan, merupakan seorang tokoh politikus pimpinan partai Garis Keras (Starm Kurs) di Denmark yang menampilkan dirinya sebagai seorang yang anti-Islam. Dalam kunjungannya ke Swedia pada akhir bulan ini, ia berencana untuk membakar Al-Quran secara terang-terangan.
Meskipun partai tersebut belum masuk ke parlemen, Paludan menjadi terkenal dengan aksi anti-Islam seperti membakar Al-Quran di seluruh wilayah yang didominasi oleh imigran di Denmark. Ia mengatakan bahwa aksi yang ia lakukan adalah sebagai hak atas kebebasan berbicara dan beragama.
Pembakaran kitab suci umat Islam nantinya akan berlangsung di dekat sebuah masjid yang daerahnya dipadati imigran, yaitu di kota Rosengard pada 28 Agustus 2020 mendatang. Pembakaran Al-Quran di daerah Rosengard Denmark ini dilakukan dengan alasan untuk membela masyarakat asli Swedia yang menurutnya terganggu dengan kedatangan imigran (Islam) ke daerah tersebut.
“Saudara-saudara Swedia kami dimusnahkan di negara mereka sendiri, jadi paling tidak yang bisa kami lakukan untuk membantu mereka adalah muncul di salah satu daerah kantong mereka (imigran) dan memberi tahu pendapat jujur kami tentang Alquran,” ungkap Paludan dalam pernyataannyayang dilansir dari Sputniknews (05/08/2020).
Dikutip dari laman Linetoday, Rasmus Paludan menjadi terkenal setelah ia beraksi membakar salinan kitab suci Al-Quran di Holmen Canal pada Maret 2019. Saat itu ia beraksi dengan kelompok partainya sebagai aksi tandingan terhadap gerakan Hizbut Tahrir yang menggelar salat Jumat di depan Christiansborg. Akibat aksinya tersebut, ia sering kali menjadi target serangan dan upaya aksi pembunuhan.





