PENJURU.ID| Probolinggo – Menjelang perayaan Yadnya Kasada tahun 2026, umat Hindu suku Tengger Bromo, melaksanakan ritual mendak Tirta, pengambilan air Suci.
Pengambilan air suci mendak Tirta, berlangsung di air terjun Madakaripura, desa Negororejo, kecamatan Lumbang kabupaten Probolinggo.
Sedangkan yang bertepatan dan bertugas mengambil air suci dalam rangkaian Yadnya Kasada tahun ini adalah desa Ngadas kecamatan Sukapura, yang mana tiap tahun bergulir bergantian yang berada di wilayah Kecamatan Sukapura. Jumat (29/05/2026)

Tradisi mendak Tirta ataupun Yadnya Kasada umat Hindu Tengger di wilayah Bromo bukan hanya agenda tahunan, melainkan wujud pelestarian budaya Hindu bTengger yang sudah turun temurun dan merupakan bagian dari pelestarian budaya kearifan lokal.
Secara garis besar umat Hindu yang berada di kawasan Bromo, meliputi empat kabupaten, yaitu kabupaten Probolinggo, kabupaten Pasuruan, kabupaten Malang serta kabupaten Lumajang.
Jadi mendak Tirta berlangsung serentak di empat kabupaten dengan mengambil air suci yang sudah ditentukan, diantaranya pengambilan air suci, di gua Widodaren, sumber semanik, merumoyo, Rondo kuning, sumber Pitu , serta Madakaripura.
” Pengambilan Air suci mendak Tirta, merupakan rangkaian ritual upacara Yadnya Kasada, hari ini serentak umat Hindu Tengger yang ada di wilayah lereng gunung Bromo, empat kabupaten melaksanakan ritual mendak Tirta pengambilan air suci, yang nantinya dibawa dijadikan satu di pura luhur poten Bromo, sedangkan untuk umat Hindu suku Tengger di wilayah kecamatan Sukapura pengambilan air suci di air terjun Madakaripura, yang bertugas untuk pengambilan air suci yaitu desa Ngadas, tiap tahun bergulir dan bergantian,” terang ketua PHDI Kabupaten Probolinggo Drs. Bambang Suprapto M.pd.
Mendak Tirta umat Hindu Tengger sukapura berangkat bersama sama dari kantor kecamatan sukapura, dengan di iringi gamelan khas Tengger, serta dikawal oleh jajaran forkompimca Sukapura.
“Kami warga desa Ngadas, beserta masyarakat umat Hindu sedharma, saat ini diberikan kewajiban untuk melaksanakan ritual mendak Tirta , pengambilan air suci di Madakaripura, untuk dipergunakan dalam rangkaian Yadnya Kasada umat Hindu Tengger 2026, harapannya dengan ritual Kasada yang merupakan wujud syukur umat Hindu Tengger dengan memberikan sesajen hasil bumi termasuk ternak, yang dibawa ke kawah Bromo bisa memberikan kemaslahatan, kesejahteraan, khusus nya bagi umat Hindu Tengger dan umat seluruh dunia,” pungkas Mangku Selamet. (Pras)





