Potret Nenek 81 Tahun di Kampung Penawar yang Luput dari Perhatian Pemerintah

Holipah seorang wanita paruh baya yang kurang mendapat perhatian pemerintah

PENJURU.ID | TULANG BAWANG – Hidup yang layak dan penuh berkecukupan adalah impian semua orang.

Begitu juga yang diinginkan oleh Nenek Holipah (81) tentunya. Seorang warga Kampung Penawar, Kecamatan Gedung Aji, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung yang kini luput dari perhatian Pemerintah.

Kenyataan hidup terkadang tak seindah yang diimpikan. Jauh dibawah kata sederhana, setelah meninggalnya sang suami puluhan tahun silam. Nenek Holipah yang tak sempat dikaruniai seorang keturunan terpaksa menjalani hidup dengan seorang diri.

Namun, nenek Holipah masih beruntung belum lama dari peristiwa itu. Nenek Holipah diajak keponakannya yaitu Hasan untuk tinggal di rumahnya bersama keluarga kecilnya.

Seiring berjalan waktu, kehidupan Nenek Holipah dan Hasan serta empat orang anaknya saat ini mengalami kesulitan ekonomi.

Di rumah yang masih berlantaikan tanah dan jauh dari kata layak ini. Nenek Holipah ingin menghabiskan sisa usianya bersama keluarga kecil Hasan.

Tentu ini bukan pilihan, namun keadaanlah yang membuat Nenek Holipah harus ikhlas dan tetap tabah untuk menjalani kehidupan yang jauh dari kata bahagia ini.

Mirisnya lagi, sejak pandemi Covid-19 merebak di tanah air. Begitu banyak bantuan yang digulirkan Pemerintah untuk membantu masyarakat miskin. Namun hanya sedikit saja yang bisa dicicipi oleh Nenek Holipah. Pasalnya, saat awak media mengunjungi Nenek Holipah di rumah Hasan. Nenek Holipah mengaku, selama ini ia baru dua kali saja menerima dana bantuan dari pemerintah,” ujarnya.

“Seingat nenek, besaran dana bantuan yang nenek terima yaitu pertama 300 ribu, dan yang kedua 300 ribu. Jadi total keseluruhan dana bantuan yang nenek terima selama ini baru hanya sebesar 600 ribu rupiah saja,” jelasnya. Sabtu, 26/06/2021.

Hal tersebut di benarkan oleh Hasan yang saat itu berada di dekat Nenek Holipah. Akan tetapi sudah sekitar enam bulan belakangan ini Nenek Holipah tidak pernah lagi menerima dana bantuan apapun dari pemerintah itu,” tambahnya sembari melepaskan ikan dari jaring hasil tangkapannya.

“Akan tetapi mau bagaimana lagi dek, orang kecil seperti kami ini tentunya tidak mampu berbuat apa-apa. Di situasi seperti saat ini, saya hanya mampu berdoa dan memohon kepada yang Maha Kuasa, semoga kami sekeluarga diberi umur panjang dan kesehatan itu saja sudah lebih dari cukup. Masalah rezeki saya yakin itu semua sudah ada yang mengaturnya dek,” tutur Hasan.

Namun disisi lain, sejumlah masyarakat Kampung Penawar, khususnya para tetangga yang enggan kami sebutkan dalam pemberitaan mengaku sangat prihatin melihat keadaan ekonomi Nenek Holipah dan Hasan sekeluarga yang semakin hari nampak semakin kesulitan ekonomi.

Warga berharap, kepada pemerintah terkait, untuk dapat mendata ulang dan memasukkan nama Nenek Holipah sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk mendapatkan bantuan jenis apapun dari pemerintah sesuai dengan ketentuannya.

Bila perlu, Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah khususnya Dinas Sosial Kabupaten Tulang Bawang dapat turun langsung di kampung ini agar dapat melihat secara detail keadaan Nenek Holipah dan Hasan ini. Sekaligus menentukan siapa yang lebih layak ataupun tidak layak untuk menerima bantuan dari pemerintah.

Berdasarkan dari warga setempat bantuan yang digulirkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah khususnya di kampung penawar ini, sering kali tidak tepat sasaran.

Sampai berita ini diterbitkan, Kepala Kampung Penawar dan dinas terkait kabupaten Tulang Bawang belum dapat dikonfirmasi baik di kantor maupun melalui sambungan seluler, untuk kami pinta keterangannya terkait hal ini.

(Ahmad AA)

 

Pos terkait