PENJURU.ID | Probolinggo – Agar tercapai ketertiban dan kemufakatan dalam perencanaan serta pelaksanaan program, Pemdes Ngadirejo, melaksanakan musyawarah Dusun, yang berlangsung di Dusun 3 Mrati Rt 09, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura.
Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, musyarawah yang di hadiri oleh Babinsa dan Babinkamtibmas, membahas tentang ketertiban lingkungan, dan kesehatan dalam hal ini sosialisasi PPKM, serta percepatan vaksinasi.
“Sebagai umat beragama dan mahluk sosial, kita wajib berpedoman pada Catur Guru Bhekti, catur guru Bekti adalah 4 guru yang harus dihormati, pertama bhekti terhadap guru Swadiyaya adalah bhekti kepada Shang Hyang Widhi Tuhan Yang Maha Esa, kedua bhekti kepada guru rupaka, yaitu kepada orang tua, yang ketiga guru pengajian adalah pemangku Romo Dukun dan guru kita di sekolah, serta yang ke empat adalah guru Wisesa adalah bhekti kepada pemerintah, wajib bagi kita untuk menghormati melaksanakan titah dan perintahnya, saya berharap dengan sosialisasi percepatan vaksin, selaku satgas Desa Ngadirejo, warga masyarakat diharapkan bisa mencapai 70 persen lebih, yang sudah di Vaksin, jelas,” PJ. Kepala Desa Ngadirejo, Rujiyanto Sos.
“Terimakasih kepada Pemdes Ngadirejo, terutama kepada PJ. Desa Ngadirejo, yang selama ini membantu dalam melaksanakan tugas kewilayahan, di saat pandemi masyarakat tetap stabil kondusif, bertahan dalan segi ekonomi, serta memahami serta disiplin protokol kesehatan, serta bisa memberikan semangat dalam pembangunan tempat ibadah yaitu Pura, tegas,” Batiwanwil Koramil 0820/08 Sukapura, Pelda. N Dodik Hariyono.
“Sebagai Kanit Binmas, Polsek Sukapura, mengapresiasi warga Desa Ngadirejo, yang kreatif dan mampu menyampaikan aspirasi pikirannya, dalam musyawarah terbuka, untuk mencapai mufakat, yang mengedepankan sesanti dari kearifan lokal suku Tengger, Catur Guru Bhekti, Pungkas, Aipda. Ickwan Purbo.
(Prasojo)




