Peduli Pendidikan di Tapsel, DPP Serma Tapsel Dirikan Bimbel Gratis

PENJURU.ID | TAPSEL – Sebagai wujud nyata peduli pendidikan dan guna meningkatkan kualitas generasi penerus di Tapsel, DPP Serma Tapsel mendirikan tujuh bimbel gratis di wilayah Tapanuli Selatan. Lokasi bimbel tersebar di lima kecamatan berbeda yaitu, Sipirok (desa Hutaraja), Batang Angkola (Desa Sipangko dan Benteng huraba), Sayur Matinggi (Desa Tolang Julu), Marancar (desa Marancar Julu) dan Saipar Dolok Hole (kelurahan Sipagimbar).

Fitriani Harahap ketua Literasi Anak DPP Serma Tapsel memaparkan, bimbel gratis ini sudah berlangsung selama setahun dan diikuti oleh 63 siswa terdiri dari 53 orang anak SD dan 10 orang anak SMP . Kegiatan belajar mengajar dilakukan di kantor seperti kantor KNPI serta rumah tentornya yang merupakan anggota Serma Tapsel yang menetap di kampung halamannya.

“Untuk pelajarannya kita membawakan seluruh mata pelajaran yang ada di sekolah seperti matematika, bahasa indonesia, bahasa Inggris, BTQ, IPA, IPS dan lainnya dan untuk waktu belajarnya kondisional sesuai kesepakatan tentor dan peserta didiknya.” Tuturnya.

Ia juga menjelaskan minat belajar siswa dari tahun ke tahun semakin menurun. Hal ini karena adanya faktor luar yang mempengaruhi seperti game online.

 

“Kebanyakan siswa sekarang kalau kita perhatikan saat pulang sekolah itu mereka bukannya belajar tapi malah sibuk bermain dengan temannya dan yang lebih membahayakan mereka menghabiskan waktunya dengan bermain game online serta membuka internet tanpa pengawasan dari orang tuanya. Kenapa demikian tentu salah satunya karena mereka merasa belajar itu membosankan dan bermain game jauh lebih menyenangkan. Hal ini makin parah sejak mewabahnya covid 19 di seluruh dunia. Banyak kendala yang dihadapi pada saat belajar. “Ujarnya lebih lanjut.

 

Adanya bimbel ini ia berharap mampu memberikan semangat generasi penerus dalam belajar serta memberikan terobosan baru dalam dunia pendidikan di Tapanuli Selatan terutama dimasa covid 19 ini.

 

“lewat bimbel ini kami berusaha menciptakan suasana belajar semenarik mungkin. Misalnya menggunakan media pembelajaran yang menarik, memberikan support dan semangat, membangun suasana belajar yang ceria dan tidak membosankan, dan lainnya sehingga nantinya belajar ini menjadi kegiatan yang sangat disenangi oleh adik-adik generasi penerus.” Katanya.

 

( Sapawi Siregar )

 

 

 

Pos terkait