PENJURU.ID | Lumajang – Skandal pelayanan kesehatan mencuat dari Puskesmas Yosowilangun, Lumajang. Sulikhin (62), warga Desa Yosowilangun Kidul, rt 01 rw 03 tewas mengenaskan setelah diduga dibiarkan tanpa rujukan meski kondisinya kritis akibat radang tenggorokan.dan sesak nafas
Korban masuk Puskesmas Kamis (17/9/2026) sore. Dua hari ditahan tanpa kejelasan rujukan, nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal Sabtu (19/9/2026) pukul 11.00 WIB.
Keluarga korban meledak. Adik korban, Cak So (56), menyebut kakaknya sengaja dipersulit untuk dirujuk ke RSUD dr. Haryoto Lumajang.
“Perawat semua tidak berani ngasih rujukan. Alasannya harus seizin Kepala yang bertugas untuk pasien rawat inap dr. Rini. Kami ini orang kecil, mau minta tolong selamatkan nyawa kakak saya saja harus lewat birokrasi berbelit,” kata Cak So murka.
Upaya penyelamatan pun buntu. Cak So mengaku menelpon dr. Rini sebanyak 8 kali berturut-turut, namun tak digubris.

“HP berdering 8 kali tidak diangkat! Padahal itu nyawa kakak saya taruhannya. Kepala Puskesmas macam apa ini?” ujarnya.
Yang lebih menyakitkan, saat didatangi ke kediamannya, dr. Rini justru melontarkan jawaban tak berempati.
“Dia bilang ‘saya sek di belakang, HP saya tidak bersuara’. Jawaban itu sangat menyakitkan dan tidak pantas keluar dari mulut seorang dokter, apalagi penangung jawab pasien rawat inap puskesmas. Seolah nyawa kakak saya tidak ada harganya,” tegas Cak So.
Cak So pun mengecam keras dan menuntut kepala puskesmas yosowilangun DR Erma Bupati Lumajang dan Kadinkes Lumajang tidak tutup mata.
“Ini kelalaian berat! Saya mengecam pelayanan busuk di Puskesmas Yosowilangun. Saya minta Bupati Lumajang dan Dinkes segera turun tangan, periksa dan beri sanksi tegas. Jangan jadikan puskesmas sebagai tempat pembiaran pasien mati. Kami keluarga menuntut keadilan untuk almarhum kakak saya!” pungkasnya.
(Prasojo)





