PENJURU.ID | Probolinggo – Musholla Baithurrohim yang terletak di Dusun Leduk RT 17 RW 07 Desa Brabe, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, sebelumnya berada dalam kondisi yang memprihatinkan.
Musholla yang dipimpin oleh pengasuh Ustadz Samsudin ini menjadi salah satu pusat ibadah warga sekitar, namun keterbatasan kondisi bangunan membuat aktivitas keagamaan kurang nyaman.
Sebelum dilakukan pembangunan, kondisi fisik musholla terlihat sederhana dan mulai mengalami kerusakan di beberapa bagian.
Dinding bangunan sudah tampak rapuh, sebagian plester mengelupas, serta struktur bangunan yang sudah tua. Selain itu, atap musholla juga tidak lagi layak, sehingga saat hujan turun sering terjadi kebocoran yang mengganggu jamaah saat melaksanakan ibadah.
Dengan kapasitas yang terbatas, musholla ini hanya mampu menampung sekitar 20 jamaah untuk pelaksanaan sholat lima waktu.
Padahal, di sekitar lokasi terdapat kurang lebih 20 kepala keluarga yang sangat bergantung pada musholla tersebut sebagai sarana ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya.
Ustadz Samsudin selaku pengasuh menyampaikan bahwa kondisi musholla yang ada sebelumnya memang sudah lama tidak mendapatkan perbaikan secara menyeluruh.
“Kami tetap memanfaatkan musholla ini untuk ibadah sehari-hari, meskipun dengan segala keterbatasan yang ada,” ungkapnya.
Melihat kondisi tersebut, Musholla Baithurrohim akhirnya menjadi salah satu sasaran fisik dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Kodim 0820 Probolinggo.
Program ini bertujuan untuk membantu meningkatkan fasilitas umum masyarakat, termasuk sarana ibadah, agar lebih layak dan nyaman digunakan.
Dengan adanya pembangunan dari Satgas TMMD, diharapkan Musholla Baithurrohim dapat menjadi tempat ibadah yang lebih representatif, aman, dan nyaman bagi warga Dusun Leduk serta mampu meningkatkan semangat kebersamaan dan kegiatan keagamaan masyarakat setempat. (Pras)





