Kendalikan Inflasi, Pemprov Gandeng Bulog Probolinggo Gelar Pasar Murah

Oplus_131072

PENJURU.ID | Probolinggo – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar pasar murah sebagai upaya pengendalian inflasi, ketahanan pangan serta menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus memperkuat daya beli masyarakat.

Pasar murah bukan sekadar kegiatan penjualan bahan pokok dengan harga terjangkau melainkan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas inflasi daerah.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, pasar Murah merupakan ikhtiar bersama untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.

Komoditas yang dihadirkan dalam setiap gelaran pasar murah selalu disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat sehari-hari.

Dalam gelaran pasar murah kali ini masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga subsidi yang berada di bawah harga pasar. Di antaranya beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium SPHP Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram dan tepung terigu Rp10.000 per kilogram. Selain itu tersedia pula telur ayam ras Rp22.000 per paket, daging ayam ras Rp30.000 per paket, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram serta paket cabai Rp5.000 per 200 gram.

Kegiatan pasar murah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena terbukti menjadi instrumen efektif dalam menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Kami bisa menggelar kegiatan pasar murah secara berkelanjutan dapat melakukan stabilisasi harga dan pengendalian inflasi secara lebih efektif.

“Kami juga mengapresiasi sinergi yang terbangun antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, Bulog, distributor, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga pangan,” kata Gubernur Khofifah.

Sementara Pimpinan Cabang Bulog Probolinggo, Kuswadi menegaskan bahwa Bulog ikut serta mengendalikan inflasi dan stabilkan harga pangan dengan sejumlah pogram.

Seperti program bantuan pangan tahun 2026 di kota probolinggo disalurkan oleh Bulog Cabang Probolinggo kepada penerima bantuan pangan sebanyak 28.368 orang dengan komoditi yang diterima berupa beras sebanyak 10 kg dan minyak goreng 2 liter.

Program ini disalurkan sekaligus untuk 2 bulan sehingga masyarakat menerima 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng. Kualitas dan kuantitas bantuan pangan yang disalurkan sesuai dengan standar dan ketentuan pemerintah dan tentunya masyarakat setempat merasa terbantu dan berterimakasih dengan adanya program banpang tersebut.

“Dengan adanya bantuan pangan ini diharapkan dapat memberikan dampak yang sangat positif dalam menjaga daya beli masyarakat, mengendalikan inflasi dan mendukung pertumbuhan perekonomian masyarakat khususnya di wilayah kota probolinggo,”jelasnya. (Pras)

Pos terkait