Miris, Keluarga Warga Kota Serang Selama 12 Tahun Tinggal di Bekas Kandang Kerbau

PENJURU.ID | Kota Serang – Seorang suami istri yang bekerja sebagai Buruh yaitu Muntarif (45) dan istrinya Kastiyah (37) merupakan warga dari kampung Kemanduran RT/RW 003/001 Kelurahan Teritih, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Banten.

Diketahui, mereka selama 12 tahun tinggal di Rumah bekas kandang Kerbau yang beralaskan tanah merah serta berdinding anyaman dari Bambu. Menurut salah seorang tetangganya John, Muntarif bersama keluarganya itu memang telah lama menempati nya.

Bacaan Lainnya

“Yang saya tau Muntarif (45) bekerja sebagai buruh harian lepas kenek bangunan, sedangkan istri nya Kastiyah (37) hanya ibu rumah tangga mereka tinggal di bekas kandang kerbau bertiga dengan 1 anaknya yang tidak sekolah karena kata Muntarif​ dia sudah tidak mampu membiayai sekolah anaknya,” ujar John.

John menyebut, bahwa tempat tinggalnya tak begitu jauh dari pemukiman warga dan juga selama ini warga sekitar pun telah berupaya semampunya membantu kehidupan Muntarif beserta keluarganya dan itu mungkin tidak seberapa.

“Terus terang saya sendiri miris melihatnya, saya bersama warga yang lainnya paling bisa bantu semampunya. Untuk bantuan dari pemerintah mungkin ada entah bentuk uang atau sembako tapi kalau bantuan bedah rumah seperti nya belum terlihat,” katanya

Muntarif yang saat ditemui awak media sore tadi pada Selasa, (12/01/2021) mengatakan, bahwa dirinya selama ini sangat berharap dan ingin memiliki tempat tinggal yang layak bagi keluarga kecilnya namun apa daya belum terwujud.

“Siapa sih pak yang tidak mau membuat kan tempat tinggal atau rumah yang layak dan nyaman untuk keluarga, tapi karena penghasilan saya nya yang belum bisa apa-apa ya mau gimana lagi walaupun harus tinggal di bekas kandang kerbau kayak begini,” ungkap Muntarif

Muntarif juga mengungkapkan bahwa penghasilannya menjadi buruh bangunan harian lepas selama ini hanya cukup untuk makan sehari-hari keluarganya saja.

“Kalau ada kerjaan kadang mendapat bayaran Rp. 80.000,-, kadang Rp. 100.000,- itupun jika pas ada kerjaan dan tak tentu. Kalau tidak ada ya terpaksa menganggur. Alhamdulillah jika bantuan sembako dan lainnya seperti dari bantuan Corona mah kami semua merasakan,” ujarnya.

Muntarif berharap jika dirinya dan keluarganya dapat diperhatikan oleh pemerintah Kota Serang terlebih diberikan bantuan Bedah Rumah atau Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan sejenisnya dari dinas terkait. (*)

Pos terkait