Menapak Jejak Berdirinya Sandhi Murti Indonesia

PENJURU.ID – DENPASAR – Perjalanan hidup tidak bisa dirumuskan dengan kata-kata. Dia mengalir ibarat air disungai dan memberikan kehidupan kemana-mana, tapi tak pernah mengklaim dan mengharapkan apapun dari apa yang telah dilakukannya.

Dengan berlatih Sandhi Murti,maka kita memahami irama kehidupan ini sebagai buah dari pengalaman dan bukan hanya sekedar olah pikir,rasa dan spiritual saja,tetapi mengolah segala intuisi kehidupan sebagai machluk ciptaan Tuhan.

Tulisan ini ditujukan untuk seluruh anggota Sandhi Murti dimanapun berada dan membaca tulisan ini”.

Apa itu Sandhi Murti? Sandhi Murti adalah suatu perpaduan kemampuan, baik kemampuan olah rasa, olah pikir dan olah spiritual dan juga olah fisik dalam wujud satu kesatuan sehingga sering kita sebut sebagai moving meditation atauk meditasi bergerak.

Sandhi Murti bukan olahraga yang dipertandingkan,irama geraknya sesungguhnya adalah pada tingkat dasar dan pemanasan adalah irama gerakan yang hampir sama dengan gerakan Yoga dengan gerakan perlahan dan anggun,sepenuhnya diatur oleh diri sendiri,karena dalam gerakan yang lembut selalu mempergunakan perasaan dan bukan sekedar tenaga.

Seperti perjalanan kehidupan ini, setiap gerakannya selalu memiliki keterkaitan antara yang satu dengan yang lainnya, akhir dari satu gerakan selalu menjadi awal dari gerakan selanjutnya, sambung menyambung tanpa putus.

Sandhi Murti memiliki kekhasan tersendiri,disamping olah spiritual,rasa dan pikir juga adalah olah fisik untuk ketangkasan dan kesehatan disamping juga untuk melindungi diri dari hal-hal yang tidak terduga dan mempunyai aturan dasar yang tanpa disadari yaitu “Mencapai keselarasan antara dua kekuatan yang saling bertentangan tapi ada saat bersamaan bisa saling isi mengisi dan melengkapi.

Di bali dikenal dengan nama Rwa Bhineda. Karena itulah sandhi Murti mengantar kita mencapai keselarasan dalam menjalani irama kehidupan ini. Siapa sajakah yang bisa berlatih sandhi Murti? Siapa saja bisa ikut berlatih Sandhi Murti dan pola latihannya telah disesuaikan dengan tingkat usia yang ingin bergabung dengan sandhi murti, gerakan pemanasan yang lembut,bisa dilakukan oleh siapa saja,Tua Muda,laki dan perempuan dari semua lapisan masyarakat.

Selama latihan ditingkat pemanasan, perhatian kita terpusat pada gerakan dan pernafasan sehingga terjadi ketenangan batin dan relaksasi. Oleh karena itulah kalau dilatih dengan serius maka stress, tegang dan gelisah akan sirna dengan sendirinya dan akan berlanjut sampai latihan selesai Kalau dalam latihan sekali saja mampu menghilangkan stress, gelisah dan tegang bagaimana kalau kita berlatih setiap hari dirumah secara konsisten dan berkelanjutan? Itu berarti kita sedang merawat sendiri kesehatan jiwa dan tubuh kita.

Dengan berlatih Sandhi Murti kita lalu menyadari pentingnya untuk hidup dalam dimensi saat ini dan keberadaan kita disini, moment demi moment sehingga bebas dari stress.

Masa lalu telah lewat, sekarang saatnya kita menapak masa depan yang masih belum menjadi kenyataan, karena yang benar-benar nyata adalah saat ini dan disini sebagai sesuatu yang indah dan suci untuk dijalani.

Tulisan ini saya buat ingin menjelaskan bagaimana cara semua itu bisa dilatih dengan mudah asalkan mengikuti rulenya dengan baik, yaitu tekun,sabar dan berani menyelam sampai kedasarnya sehingga menjadi buah dari latihan,bukan hasil dari kegiatan olah pikir saja seperti membaca buku literature, ikut seminar dan berdiskusi,apalagi diskusi ala penggak atau balebanjar yang hanya teriak-teriak tanpa dasar yang jelas.

Tulisan ini tidak terlalu membahas masalah-masalah teknis mengenai “How to” tetapi lebih bertujuan untuk memberikan makna “Why” dibalik semua gerakan yang dilakukan sehingga diharapkan akan memperkuat motivasi dan tekad belajar.

Mengapa kita tidak mencoba menggali kembali cara orang zaman dahulu dalam melatih dengan metode yang unik yang kini sudah sangat dilupakan dalam pendidikan modern yaitu belajar mempraktekan dan terus diulang-ulang .

Ada kalimat mutiara yang saya kutipkan untuk kita renungkan : “Perjalanan ribuan kilo dimulai dari langkah pertama” “ketika berkata-kata, harus ingat dengan perbuatan, ketika berbuat harus ingat dengan kata-kata dan kalau mengerjakan maka akan menjadi bagian dari dirimu sendiri” Tantangan yang muncul adalah bagaimana melatih supaya tidak bosan dan berhenti pada sekedar wacana,apalagi sudah merasa menguasai, tetapi harus menjadi bagian dari orang yang mempelajari dan kemudian mempraktekan, hilangkan rasa ego dan ingin menguasai dan dominan dari yang lainnya, kita menyadari, sangat sulit membimbing seseorang sampai benar-benar memahami dan mempraktekan menjadi bagian dari kehidupannya,dan jangan hanya menjadi sekedar diskusi untuk mengisi waktu kosong saja, inilah kendala umum dalam proses belajar Sandhi Murti.

Perinsip dasar dari Sandhi murti adalah keluwesan, fleksibel, mampu bersinergi dengan siapa saja dan tidak merasa super dalam segala hal dan juga harus memahami konsep Rwa Bhineda, (baik dan buruk), positif dan negative yang merupakan evolusi yang mengatur perubahan didunia ini.

Dan semuanya bisa tercermin dalam sistem saraf symphatetic dan para-symphatetic. Gerakan Sandhi Murti pada tahapan pemanasan memiliki langkah pernafasan dengan gerakan yang sangat lembut dan sambung menyambung sehingga cocok untuk semua kalangan yang tidak hanya membutuhkan kesehatan, tetapi juga ingin terus meningkatkan ketenangan dalam diri. Sesungguhnya Sandhi Murti adalah perpaduan peradaban Jawa, Bali, China dan India pada masa lampau yang saling memperkaya budaya Nusantara pada jamannya, tulisan ini membahas bukan dalam kontek agama, tetapi lebih pada kontek kebudayaannya, yaitu cara pandang dalam menghadapi persoalan hidup. Dalam filsafat kuno dikatakan bahwa kehidupan ini sepeti air sungai yang mengalir terus menerus siang dan malam tiada henti, sehingga tiada yang pasti dalam hidup ini kecuali semuanya terus berubah.

Tulisan ini tujuannya untuk mengajak para anggota sandhi Murti untuk terus menerus berlatih dan berlatih mempertajam kemampuan dalam melihat dan mendengar secara benar apa yang terjadi didunia supaya kita tidak terikat pada self centered idea yang berhenti dan berputar hanya memilih yang ingin kita lihat dan kita dengar saja.

Mengembangkan sebuah kemampuan agar dapat melihat dan mendengar secara benar dengan sendirinya akan menimbulkan empati dan berusaha memberikan jawaban pada apa yang menjadi kebutuhan bagi kehidupan manusia.

Dan mungkin latihan sandhi murti merupakan salah satu dari bagian itu. Gerakan-gerakan Sandhi Murti tidak ada yang istimewa, justru keistimewaannya karena tidak ada yang istimewa dan hanya pengulangan itu-itu saja, seperti pola pendidikan modern pada jaman dahulu disekolahan, Guru selalu mengajarkan muridnya mengulang-ulang terus sampai bisa menguasai dengan baik.

Seperti contoh lainnya lagi, seorang penggergaji kayu, akan selalu melakukan gerakan yang sama setiap melakukan pekerjaan menggergaji kayu, setelah lama kelamaan masih melakukan pekerjaan yang sama tetapi yang berbeda adalah caranya yaitu dengan semangat yang berbeda, begitu juga dengan latihan Sandhi Murti, semakin lama gerakan sandhi murti akan semakin mendalam dan tidak kelihatan dari luarnya.

Hanya orang yang melakukannya sendiri yang tahu sampai sejauh mana dia telah berjalan menuju tujuan tanpa akhir. Dalam olah spiritual Sandhi Murti tidak diunggulkan sebagai Ilmu untuk mengobati orang sakit,kalau itu dipakai dasar pengetahuan maka yang datang berlatih tentu orang tua yang sakit-sakitan dan hidupnya kesepian karena anak-anaknya sudah dewasa,kalau dipromosikan sebagai bagian dari beladiri yang super hebat maka sudah dipastikan yang datang adalah anak muda yang ingin menjadi jagoan yang jumlahnya tidak banyak, kalau dipromosikan untuk merebut kejuaraan nasional dan international, maka yang datang adalah anak muda yang ingin berprestasi dan juga jumlahnya terbatas. Dan kalau latihannya diiringi musik dan gambelan, maka akan menimbulkan persepsi seolah penggemar yang datang hanya dari kalangan yang menyukainya saja.

Tulisan ini merupakan langkah pertama untuk memberikan gambaran yang agak menyeluruh tentang Sandhi Murti, sehingga anggota Sandhi Murti bisa mendapatkan betapa banyak manfaatnya, sehingga kita sebut sebagai lautan kehidupan dalam mengarungi seni kehidupan didunia ini bagi siapapun juga asalkan dilandasi dengan pikiran positif tanpa persaingan yang bernuansa aura negative apalagi penguasaannya dilandasi karena ingin mendapatkan imbalan materi, bukan itu tujuan dan roh dari Sandhi Murti, Roh Sandhi Murti adalah rasa kebersamaan dan saling memperhatikan antara satu anggota dengan anggota yang lainnya dan ini adalah tulisan pertama yang tentu bisa diikuti oleh tulisan-tulisan berikutnya oleh anggota Sandhi Murti yang lainnya sehingga menjadi samudra pengetahuan untuk memperkaya khasanah keilmuan di Sandhi Murti.

Menurut beberapa pengamat beladiri tradisional mengatakan, anak-anak muda yang berlatih beladiri tradisional sangat efektif bisa menurunkan kenakalan remaja, tetapi kalau beladiri tradisional yang sudah dimodernisasi malah cendrung memicu keagresifan untuk mencoba dan melakukan apa yang dipelajari terhadap orang lain, para peneliti itu menemukan bahwa anak-anak yang nakal lalu belajar ilmu beladiri tradisional ketimuran cendrung menjadi remaja yang santun,karena remaja itu disamping belajar beladiri juga belajar filsafat dan psikologi beladiri tradisional dan gerakan fisiknya menunjuk berkurangnya agresivitas dan kecemasan dalam kehidupan. Rasa social dan kesadaran sosialnya semakin bertambah karena kita menanamkan rasa kebersamaan dan solidaritas rasa kasih sayang terhadap machluk ciptaan Tuhan.

Beberapa Tulisan-tulisan beberapa peneliti menjelaskan perbedaan ini dibandingkan dengan beladiri yang hanya belajar memukul dan menendang.

Jadi belajar Sandhi Murti dan berlatih Sandhi Murti bukan hanya sekedar hoby saja dan mau tidak mau harus dibarengi dengan belajar latar belakang pemikiran yang menjadi dasarnya. Tanpa itu maka semua akumulasi kekuatan, otot dan kecepatan akan menjadi bumerang yang membahayakan bagi dirinya sendiri dan orang lain, karena merasa memiliki kemampuan fisik maka akan selalu berpikir untuk melawan tanpa mau mengalah.

Maka tetua-tetua tempo dulu selalu mengajarkan dengan ujian yang sangat berat sebelum menjadi murid, bahkan di china, beladiri tradisional yang bernama kungfu hanya diajarkan kepada para biksu yng dinilai sudah mampu mengalahkan dirinya sendiri.

Dan para biksu diajar secara lengkap seluruh tehnik-tehnik beladiri tradisional yang bernama kungfu dan sejenisnya, memang bisa menghilangkan kenakalan remaja, tetapi setelah dimodernisasi yang menonjolkan keterampilan tehnik memukul dan menendang saja malah memunculkan agresivitas dan selalu ingin mencoba kemampuannya dengan orang lain.

Dalam belajar Sandhi Murti,disamping belajar beladiri juga belajar olah pernafasan secara benar dan berkesinambungan, juga belajar olah gerak yang hampir mirip dengan yoga dan senam fisik yang disertai dengan olah rasa, juga dilatih mengekang keinginan yang berlebih, maka salah satu yang penting adalah dengan metode puasa, yaitu pengekangan hawa nafsu dan keinginan, mengekang emosi dan ego dan mulai belajar mengalahkan diri sendiri dan belajar merasakan penderitaan orang lain diluar dirinya sendiri.

Yang berat adalah mengekang kemarahan dan egoism, tidak meremehkan orang lain dan selalu bersikap dan berpikir setara dengan siapapun didunia ini. Jadi yang sangat point adalah control diri agar keselarasan dan kesehimbangan dalam hidup terjalin dengan baik.

Tat Twam Asi ; kau adalah aku dan aku adalah kau, dengan memahami pengertian itu maka pahamlah apa yang terkandung didalam makna kau sama dengan aku, begitu pula sebaliknya aku sama dengan kau, kalau itu sudah dipahami maka rasa kemanusiaan akan terjalin dengan baik dengan tenggang rasa yang tinggi, serta merasakan penderitaan orang lain adalah penderitaan kita juga,marilah kita saling bantu membantu,singkirkan ego dan keangkuhan,karena keberhasilan setiap orang disebabkan oleh bersinerginya setiap orang perorang,kita tidak bisa hidup tanpa ada jalinan social kemasyarakatan, dengan toleransi yang tinggi antar sesama manusia dan makhluk ciptaan Tuhan.

Jadilah pemilik sandhi Murti dengan rasa kemanusiaan yang tinggi tanpa melihat tinggi rendahnya posisi seseorang, karena dimata Tuhan kita semua adalah sama. Sejarah awal berdirinya Sandhi Murti.

Awal Sandhi Murti berdiri seperti air mengalir disungai, mengikuti irama alam dan segala celah-celah dan rintangan dalam mengarungi alur sungai sepanjang yang dilalui sehingga sampailah kesamudra yang luas.

Malang melintang itu diawali dengan aktivitas sebagai seorang atlit beladiri yang kena pengaruh china aliran gobi dengan perpaduan beladiri asli Nusantara yaitu Silat Nasional Perisai Diri Indonesia, mengapa dikatakan ada perpaduan dengan beladiri asli Indonesia? karena beberapa gerakannya memiliki gerakan-gerakan khas Indonesia walaupun dominannya adalah pola dan gaya Chinanya masih sangat kental kelihatannya dan pada tingkatan tertentu dibukalah kekuatan batin sebagai dasar untuk memahami akan jati diri sebagai makhluk hidup yang harus bersinergi dengan alam lingkungan disekitarnya, setelah mencapai pada tingkatan terakhir inilah ketertarikan awal terjadi dalam olah batin dan spiritual, menggila itulah yang pantas disebut, karena lebih tertarik akan suasana mistis religius dan spiritual akhirnya berlanjut dari satu aliran spiritual yang bernuansa beladiri ditekuni yang dalam istilah jawa Kuno adalah olah Kanuragan, aliran Kerohanian atau spiritual yang berbasis beladiri dan merupakan peninggalan kuno dan ditinggalkan oleh masyarakatnya karena perbedaan keyakinan, salah satunya yang sangat bisa diterima oleh pola pikir Bali adalah olah spiritual kanuragan Lembu Sekilan, berguru sampai menguasai dengan sempurna selama 10 tahun lebih dan ditambah dengan olah spiritual yang didapatkan saat menekuni olah spiritual di Silat Nasional Perisai Diri Indonesia.

Setelah intisari pemahaman yang sesungguhnya dimengerti, akhirnya terjadilah petualangan ketidak puasan terjadi dan sekitar tahun 1980 an, ketika sudah permanen tinggal di Bali dalam artian tidak mengejar kekurangan dengan berkelana keluar Bali, saat itu di Bali terjadi arus besar yaitu ketertarikan orang-orang untuk belajar kebatinan yang ada kemiripan dengan Lembu Sekilan, bertebaran keberadaannya di Bali dan menjadi sebuah aliran yang mistis total religious dengan fanatisme sempit dan saling mengunggulkan diri antara yang satu dengan yang lainnya, sehingga terjadi kontak fisik yang tidak terduga, penyebabnya karena pendidikan etika dari guru pembimbing terhadap murid tidak ada, lebih banyak guru mengumbar kehebatan dan keunggulannya, begitu juga dengan yang lainnya.

Pikiran Muda mulai mengusik untuk menjajal dan mengetahui apa sesungguhnya dibalik semua yang diajarkan oleh para guru-guru spiritual bernuansa beladiri yang berkembang pesat di bali, seperti aliran Budi Suci, Sri Murni dan masih banyak jumlah yang ada saat itu, hanya kedua aliran tersebut diatas yang sempat didatangi dengan cara berguru karena ada kemiripan yang persis seperti Lembu Sekilan, sebagai bahan pembanding saja, setelah menyelami dengan baik dan seksama, memang kelihatan ada kemiripan, tetapi beda pola yang dipakai, jangankan dengan Lembu Sekilan, antara Budi Suci dan Sri Murni saja sudah sangat jauh bertolak belakang dalam konsep, secara jujur harus diakui kelebihannya.

Justru kelebihan itulah yang harus dijadikan pusparagam penyempurnaan, kekurangannya ditutup dengan apa yang kita miliki sebelumnya, terutama dalam menjaga hati dan emosi serta ego, setelah mengikuti kedua aliran diatas tersebut dengan menjadi bagian darinya dapatlah ditarik sebuah kesimpulan dimana seharusnya kita benahi, sehingga menjadikan oleh spiritual yang bernuansakan rasa dan kebersamaan dengan pola pikir lebih kepemahaman bersinergi dan terbuka serta tidak merasa lebih unggul dari yang lainnya, mengakui kelebihan perbedaan dan menghormati perbedaan antara beda aliran sehingga menciptakan suasana yang beradab, serta tidak ada persaingan antara sesama murid dalam satu aliran apalagi dengan beda aliran.

Karena kita berpikir bahwa manusia adalah mahluk yang berbudaya yang sangat memahami arti kehidupan didunia ini, minimal adalah mengalahkan yang sangat dekat dan dikenal yaitu diri sendiri, ditahun-tahun itu di Bali, hampir semua aliran kebatinan selalu melakukan aktivitas dengan cara sembunyi-sembunyi, padahal para pengikutnya sampai mencapai ratusan banyaknya, tidak terdaftar dan walaupun terdaftar mereka terdaftar sebagai penganut aliran kepercayaan dan segala aktivitas terpantau oleh pemerintah dan aparat keamanan sepert polisi dan tentara.

Semua aparat pemerintah memantau dengan cara yang sangat tidak bersahabat dan itulah yang menjadi sebab seluruh aliran kebatinan di Bali tidak berani muncul dengan vulgar kepermukaan dan ketika membahas ajaran dari masing-masing aliran dilakukan dengan cara berbisik, sehingga terkesan menjadi sangat klenik dan mistik dan sarat dengan bau asap rokok dan sejenisnya.

Pergolakan beda aliran masih tetap berlangsung karena antara yang satu dengan yang lainnya sesama murid selalu mengatakan alirannya yang terunggul tanpa mampu dicegah dan dibimbing dengan baik oleh masih-masing gurunya dan bahkan para guru malah memotivasi untuk mempraktekan kebarbarannya dengan lawan yang beda aliran untuk menunjukan eksistensi aliran agar menarik keinginan orang-orang untuk ikut bergabung dengannya.

Berpijak dari suasana tersebutlah maka dimulailah revolusi perubahan yang sangat mendasar dengan mengumpulkan para kaum terpelajar untuk mengatasi ketidak beresan pada mental generasi muda pada tahun-tahun 1987an.

Terkumpulnya para terpelajar dari instusi pendidikan terkemuka di Bali menjadikan titik awal perubahan dari pola pikir anak-anak muda yang gemar olah spiritual merubah pola bersaing yang tidak sehat dengan pola bersinergi yang positif, bertempat dijalan Waturenggong ujung timur didaerah Panjer. Semakin lama semakin banyak anak-anak muda saat itu datang dengan memberikan nuansa perubahan yang bernuansa akademis dan memberikan dorongan positif agar menapak kehidupan kedepan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dengan nuansa latar belakang keilmuan formal, semakin banyaklah tokoh-tokoh akademis dan masyarakat yang datang dan bergabung, termasuk aparat-aparat pemerintah, media mulai menulis aktivitas olah spiritual berbasis beladiri tanpa nama, sehingg terjadilah gejolak-gejolak dengan penebaran isu-isu negative dari kelompok-kelompok yang merasa tersaingi karena kemunculan organisasi tanpa nama ini lebih moderat dalam menata diri dan konsep berpikirnya.

Terjadi penyerbuan beda aliran, ada dengan alasan ingin latihan bersama tetapi ujung-ujungnya melakukan langkah-langkah anarkis ingin mencelakai anggota terpelajar yang tanpa nama, kita selalu sarankan saat itu agar menerima mereka dengan ramah seperti keluarga sendiri, segala cobaan dan serbuan dari beda aliran dapat diatasi dengan baik dan tunjukan bahwa kita bisa lebih menampilkan sebagai jati diri terpelajar tanpa harus mengalahkan dengan kekuatan fisik.

Akhirnya semua bisa diatasi dengan keunggulan yang dimiliki oleh kawan-kawan saat itu yang hampir semuanya memiliki profesi yang tidak main-main dimasyarakat, seperti foto model, peragawati, petinju, pesilat, penulis.

Untuk mengatasi situasi seperti itulah akhirnya diadakan rapat-rapat dan tercetuslah sebuah nama yaitu Sandhi Murti dan lengkap dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangganya dan terdaftar saat itu di Kesbanglimas Propinsi Bali.

Dinyatakan sah berdiri pada Tanggal 27 April 1993 dengan ketua umum yang pertama yaitu : I Made Gde Pusena SH, sebagai anggota Sandhi Murti awal yang benar-benar berjuang dengan berdarah-darah beserta saudara-saudaranya dari Ubud dan saat-saat awal anggota Sandhi Murti dominan berasal dari Denpasar, terutama anak-anak muda desa Panjer.

Media mulai gencar memberitakan, karena dianggap pelopor keterbukaan dan berani, sebab pada jaman orde baru, setiap aktivitas organisasi selalu diincar aparat keamanan dan diintrogasi segala macam, semua bisa dituntaskan dengan baik dan Sandhi Murti membuka lembaran sejarah keterbukaan dalam urusan spiritual dengan kajian akademis dan tataran ilmiah serta terbuka dalam pemaparan.

Semua dikaji dengan metode ilmiah tanpa meninggalkan roh dasar ketradisionalan sebagai sebuah aliran kebatinan yang bernuansa beladiri. Mulailah berdatangan orang-orang yang ingin bergabung ke Sandhi Murti, bahkan mencapai jumlah ratusan dan bahkan ribuan, itu bukan berarti tidak ada kendala, dari dalam muncul rongrongan Karena ambisi dan mereka lupa para pendiri awal memiliki tujuan untuk mengalahkan ego dan mengatasi emosi.

Oleh para senior pendahulun yang ikut berdarah-darah hal itu dijadikan tontonan menarik untuk mempelajari karakter setiap individu yang ikut bergabung di Sandhi Murti agar bisa dilakukan pembenahan yang lebih sempurna dalam mengelola organisasi yang semakin membesar, karena sebuah persoalan adalah guru untuk lebih bisa berbenah.

Puncak dari ke Egoisan para pendatang baru yang menjadi anggota sandhi murti dari tahun 2000 an terjadi pada tahun 2012,sebab pengklaiman terjadi bahwa Sandhi Murti dan segala ajarannya didirikan diciptakan olehnya, sehingga terjadilah disinteregasi yang tinggi serta pengelompokan-pengelompokan ketika datang untuk latihan bersama, kelompok yang mengklaim lupa bahwa data-data siapa yang ikut berperan diawal-awal tahun 1990 an terdokumentasi dengan baik apalagi sudah terdaftar ditahun 1993, tentu data tersebut sangat valid dan tersimpan dengan rapi.

Tapi keputusan para senior yang diajak oleh pendiri yaitu I Gusti Agung Ngurah Harta, memutuskan tetap melakukan pembinaan, karena semakin menjadi-jadi, maka keputusan ekstreem diambil oleh para senior yang mencintai Sandhi Murti dengan memecat kelompok-kelompok yang ingin mendominasi di Sandhi Murti.

Terjadilah pemberhentian yang diikuti oleh timnya yang berasal dari Desa Marga Tabanan dan desa Lebih Gianyar, tetapi tidak semuanya mengikuti langkah provokator tersebut, ada secara pribadi datang dan tidak senang mengkuti langkah-langkah provokatornya untuk pindah aliran dan mungkin ditempat baru tersebut menyebut dirinya dipecat dari Sandhi Murti .

Akhirnya guru barunya menyatakan dan mengklaim bahwa Guru Sandhi Murti adalah muridnya, para senior yang sudah paham dari awal-awal berdiri Sandhi Murti hanya menanggapi sebagai angin lalu yang tidak perlu dibahas hanya dijadikan sejarah kericuhan kecil dari sekelompok orang yang tidak memiliki kemampuan bersinergi dengan baik sebagai sesama mahluk ciptaan Tuhan.

Dan dari sanalah kesimpulan bisa diambil bahwa kelompok tersebut tidak memahami roh berdirinya Sandhi Murti yang berdasarkan konsep salulung sabyantaka, rasa kebersamaan saling mengingatkan, tenggang rasa yang tinggi sehingga tercipta ke harmonisan yang baik.

Peristiwa tersebut akhirnya mendewasakan Sandhi Murti dan menjadi lebih baik dan tertata dari sebelumnya. Sandhi Murti sudah mengalami 4 kali pergantian ketua Umum dan sekarang ditahun 2015 adalah masa kepemimpinan yang ke 5 setelah terjadinya masa-masa keterpurukan dikepemimpinan yang ke 4,sehingga menjadikan Sandhi Murti yang tertata lebih baik, terorganisir, terstruktur dan mampu menyerap aspirasi arus bawah dan menjalankan organisasi dan melanjutkan pola kepemimpinan yang telah di jalankan baik oleh ketua dari kepemimpinan ke 1,2 dan 3 sesuai dengan pertimbangan dari Pendiri Kebatinan Sandhi Murti Yaitu I Gusti Agung Ngurah Harta. Dari jaman ke jaman pergolakan itu selalu ada, entah itu dalam persoalan agama, Negara, militer, politik, tradisi, seni dan budaya dan olah raga dari segala cabang olah raga.

Hampir setiap gerak kehidupan ini diyakini selalu penuh dengan pergolakan dan justru pergolakan itu adalah guru bagi kemajuan diri, organisasi, kepemerintahan dan lain sebagainya, harus diambil hikmahnya untuk menata yang lebih baik dan berkeperibadian yang luhur.

Indonesia mengalami kemajuan selangkah lebih baik Karena hasil dari pergolakan dan pergolakan itu menjadikan para pemikir kemajuan untuk mengevaluasi langkah-langkah positive untuk memajukan lembaganya dan itu telah dilakukan di Sandhi Murti,sehingga menjadikan Sandhi Murti berkembang pesat di Indonesia bahkan kemancanegara.

Sandhi Murti yang di Ilhami oleh dua karakter dominan olah spiritual berbasis beladiri yaitu Sandhi Murti mendapatkan tambahan inspirasi dari langkah-langkah penguatan kaki dari Perisai Diri ditambah dari beberapa aliran penunjang yang memiliki kelebihan-kelebihan seperti yang disebutkan diatas,sehingga menjadikan sebuah organisasi yang memilkiki jati diri dengan ketakwaan yang kuat dalam ikut serta membangun bangsa dan Negara.

Pada jaman dahulu, para pengembang kebudayaan yang dilandasi oleh penyebaran agama dan olah spiritual selalu mendapatkan rintangan-rintangan dijalan dan bahkan tidak jarang sampai mengancam jiwa para duta-duta kecerdasan di jaman dahulu.

Dari sinilah berawal terciptanya oleh spiritual dengan berbasiskan beladiri yang bertujuan disamping untuk menjaga diri dari gangguan kelompok-kelompok yang ingin mencelakai dan juga untuk menjaga diri dari serangan binatang buas, olah gerak yang akhirnya disebut dengan olah beladiri adalah bertujuan untuk menjaga kebugaran tubuh, bukan semata untuk tujuan menjaga diri, merusak pertahanan lawan dan mengalahkan tanpa harus mencelakai lawan tetapi benar-benar murni untuk menjaga kesehatan karena akan melalui jalan panjang dan berliku siang dan malam.

Dijaman itu tidak ada ketertiban terorganisir seperti jaman sekarang dan cara mengatasi kegaduhan yang terjadi adalah dengan kemampuan diri sendiri dalam mengolah olah gerak tersebut, tentu dengan tehnik-tehnik tertentu Sandhi Murti karena berdasarkan kasih sayang dan kemanusiaan mengalahkan dengan penyadaran tinggi tanpa harus ada yang merasa terkalahkan.

Perkembangan berikutnya terciptalah tehnik-tehnik yang terpakai hingga sekarang. Banteng dikarunia tanduk, harimau dikarunia kuku, gajah dikarunia tenaga besar yang luar biasa disamping belalainya yang panjang sebagai senjatanya dan manusia dikaruniai akal dan kecerdasan untuk mengolah kekurangan dirinya agar menjadi sosok mahluk ciptaan Tuhan yang terampil di luar mahluk ciptaan Tuhan yang lainnya.karunia inilah menjadikan manusia mahluk yang dikatakan terunggul dari semua mahluk ciptaan Tuhan.

Hidup adalah sebuah perjuangan yang tiada hentinya, perjalanan cikal bakal dari Sandhi Murti sangat luar biasa, sehingga alam benar-benar membentuk karakter berkepribadian untuk tetap bisa survive dalam menatap kehidupan kedepan, sesungguhnya Tuhan telah mempersiapkan alat pertahan diri bagi setiap makhluk ciptaannya.

Dalam ajaran agama dikatakan dalam menajalankan kehidupan harus dengan kesabaran tinggi, tetapi kalau kesabaran tinggi belumlah cukup bisa membuat selamat dan tidak cedera dalam mengarungi kehidupan, karena dalam berkehidupan setiap manusia akan selalu bersinergi dengan pihak diluar dirinya,jadi tidak ada gunanya hanya berbekal kesabaran semata tanpa memiliki kemahiran olah spiritual dan olah kanuragan dan tidak boleh diam kalau melihat kesemena-menaan yang terjadi dalam menjalankan kehidupan.

Maka seorang pelaku spritual harus dilengkapi dengan kemampuan olah kanuragan agar bisa menjaga diri dan lingkungan dengan baik karena akan dijadikan tauladan bagi orang-orang disekitarnya, untuk menjaga kesehatan dan keselamatan diri saja tidak mampu, bagaimana bisa menjadi tauladan dan menawarkan konsep agar selamat dalam menjalani kehidupan ini.

Mulailah dari diri sendiri dan motivasi diri sendiri untuk tetap berlatih dan berlatih serta mengulang-ulang setiap gerakan dan laku-laku dalam olah spiritual dan kanuragan sesuai dengan petunjuk guru dan pelatih, dalam perjalanan orang-orang suci jaman dahulu pasti mengutamakan kesehatan fisik dan rohani, kesehatan fisiknya dilakukan dengan rutin berlatih olah gerak tubuh yang sekarang dikenal dengan istilah jurus-jurus dalam beladiri dan pengaturan nafas dengan baik dan benar. Untuk menjaga sehat rohani maka dilakukan penghayatan dari ajaran-ajaran spritual yang telah dibimbing oleh gurunya untuk dijadikan bahan belajar konsentrasi dengan baik,sehingga bisa mengendalikan diri dengan baik dan tidak arogan.

Untuk berlatih dengan baik diperlukan kekuatan fisik yang prima, untuk itulah diawali dengan pemanasan panjang dari latihan pernafasan secara benar sampai gerakan yang mirip seperti yoga untuk melatih kelenturan tubuh, sebab kelenturan tubuh perlu dilatih agar fleksibel dalam segala suasana dan lingkungan serta bisa berpikir yang cerdas dan luwes dalam menghadapi situasi sesulit apapun.

Dari perjalanan panjang di Tanah jawa dan sampai ke Bali dan akhrinya terbentuklah dalam wadah yang bernama Sandhi Murti dengan memakai lambang Astadala yaitu delapan penjuru arah mata angin yang bertujuan memiliki cita-cita luhur dan tujuan baik dalam menjaga keharmonisan hidup dalam membangun kemanusiaan dan menjaga peradaban negeri ini dimanapun Sandhi Murti berkembang harus bisa menjaga peradaban bangsanya dengan baik dan terstruktur.

Sandhi Murti adalah tehnik moving meditation, dalam bergerak adalah pemusatan konsentrasi sehingga memberikan manfaat penyegaran bagi badan dan pikiran. Jaman dahulu kala, sebelum terbentuknya yang namanya Organisasi kebatinan dan olah spiritual atau kebatinan dan beladiri.

Cara-cara yang dilakukan oleh manusia purba di Jawa dalam olah batin dan spiritual pembelajarannya dikuburan-kuburan, hal itu dilakukan dan bahkan sebuah syarat untuk melatih ketidak melekatan pikiran terhadap tubuhnya sendiri, terhadap keinginannya dan harapan juga berperang dengan perasaan, dari perasaan takut dan supaya menemukan pengalaman dari ketidak pastian dan ketidak kekalan dan makna dari kekosongan supaya memahami rotasi bahwa semuanya berawal dari kosong dan kembali kekosong.

Memerangi kecemasan dan ketaakutan adalah ilusi pikiran dan semuanya adalah permainan pikiran,maka apa yang harus kita kendalikan? Ya pikiran itu sendiri, karena sumber bencana baik bagi tubuh maupun bagi lingkungan semuanya bermula dari pikiran, sehat dan sakit bermula dari pikiran,untuk itulah diperlukan aktivitas jasmani dan spiritual agar sehimbang dalam mengelola tubuh ini.

Pada jaman purba kuburan adalah tempat pembelajaran mental para pelaku spiritual tentang ketidak terikatannya dengan tubuhnya, semakin tidak memiliki keterikatan dengan tubuhnya maka dikatakan sudah bisa mengendalikan rasa takut yang selalu menjadi penghambat dalam segala hal dan tindakan sehingga memunculkan keragu-raguan dalam bersikap dan tidak memiliki ketegasan.

Tetapi dijaman modern tidaklah lagi berlaku metode ekstreem seperti itu dan kalau jaman seperti sekarang masih ada orang melakukan aktivitas bahwa kuburan adalah tempat pembelajaran yang ideal maka bisa dipastikan orang tersebut dikatakan sedang mengalami gangguan mental.

Jaman sekarang proses pembelajaran dimulai dari rasa nyaman disekitar lingkungannya dan nyaman terhadap suasana batin dan hati untuk mencapai satu tekad keberhasilan dalam olah laku spiritual.

Hal ini terjadi karena persoalan pantas dan tidak pantas memakai kuburan sebagai tempat pembelajaran. Dan jaman sekarang pola lebih mengarah ke terstruktur dan terprogram dengan baik sehingga bisa direncanakan oleh pelaku spiritual dan jelas karena teragendakan dengan baik akhirnya bisa mengatur waktu se efisien mungkin, kalau mengambil pola kebatinan atau spiritual, maka tidak ada keterbatasan dalam sebuah program dan tanpa terkendali oleh waktu.

Sebab semuanya menyangkut kepersoalan hati dan rasa. Demikianlah sekelumit awal berdirinya Sandhi Murti yang tentu tidak lepas dari suka dukanya, sepeti ibarat sebuah kehidupan dalam menapak dunia ini.

Justru riwayat perkembangan ini menjadi saksi penciptaan sebuah dunia spritual, sebuah pendekatan dari perkembangan berikutnya dalam menjelajah perkembangan kedepannya. Perkembangan kearah yang lebih positif dengan vibrasi positif yang disesuaikan dengan perkembangan jaman dan pengetahuan selalu berhubungan dengan pengetahuan kehidupan yang berlandaskan dengan kehidupan hati yang tercerahkan, tanpa itu, maka hidup ini akan sia-sia.

Dan tidak memahami makna mengapa kita hidup dan untuk apa kita hidup, dalam Sandhi Murti, rasa itulah yang ditekankan, untuk mencapainya diperlukan latihan yang berulang-ulang tanpa mengenal bosan. Proses pembelajaran yang dilaksanakan adalah nproses pembelajaran yang selalu memakai metode pengulangan terus menerus, sebabnya adalah, agar pemahaman dengan baik dan benar bisa diketahui dengan tepat, kalau tidak,maka percuma saja pembelajaran diri untuk belajar dengan sempurna.

Dengan melakukan latihan dan belajar dengan baik dan latihan dengan tekun, barulah akan merasakan suatu dimensi baru yang berbeda di rasa dan hati dalam menapak kehidupan ini. Daripada berkhayal mengkhayalkan sesuatu yang btidak berguna dalam hidup ini, maka berlatih dan belajarlah dengan baik untuk menambah wawasan kemampuan diri.

Janganlah mengabaikan proses latihan yang luar biasa pentingnya dalam hidup in. Apapun yang penting dalammengawali sesuatu memang diperlukan latihan dengan baik setiap saat agar memperoleh hasil yang sempurna dalam hidup ini, apapun jenisnya.

Tanpa itu maka proses kehidupan dalam melangkah akan selalu menuai kegagalan. Karena hidup adalah belajar yang tidak pernah berhenti kalau ingin sempurna. Pantangan yang utama dalam Sandhi Murti adalah kemalasan, bukan hanya Sandhi Murti, hampir semua agama sangat melarang umatnya untuk bermalasan, apalagi dalam agama dikatakan belajar dan beraktifitas yang positif adalah sebuah ibadah, karena itu akan menghasilkan sesuatu yang berguna dalam kehidupan ini.

Sesungguhnya dalam sebuah lembaga spritual sangat jarang dan bahkan tidak pernah memakai istilah malas, karena pada umumnya kalau berpacu pada kahasanah kuno, praktisi spritual adalah sosok-sosok yang sangat disiplin, karena dari kedisiplinan ini akan menghasilkan manusia-manusia tangguh yang akan bertarung dengan kehidupan didunia ini.

Seperti kedisiplinan seorang samurai, kedisiplinan para biksu-biksu saat berlatih kungfu dan meditasi, karena kalau sudah melewati itu, maka proses pematangan diri sudah terjadi dan secara mental sudah siap menghadapi pertarungan dalam menjalani kehidupan, disinilah perlunya sebuah kedisiplinan.

Latihan dan belajar secara berulang-ulang adalah tehnik ampuh untuk memulihkan ingatan dan kesadaran, dari awal latihan, pertengahan latihan sampai menjelang akhir latihan dan akhir dari latihan adalah sebuah proses rutinitas yang harus dilakukan secara berulang-ulang tanpa mengenal kata lelah dan bosan.

Kalau sampai keluar pikiran lelah dan bosan karena latihannya monoton dari itu ke itu sudah berarti sebuah kekalahan dan kemalasanlah yang jadi pemenang, bagaimana mungkin sesuatu itu bisa menjadi mendarah daging kalau tidak dilakukan latihan secara terus menerus dan mengulang-ulang secara teratur,untuk menghasilkan sesuatu yang mendarah daging dari mendarah daging maka muncullah kereflekan yang tanpa diduga-duga yang disebabkan oleh alam bawah sadar dan tanpa terpikirkan karena proses berlatih dan belajar secara tekun setiap ada kesempatan disetiap harinya.

Penulis : Drs. I GUSTI AGUNG NGURAH HARTA

Pos terkait