PENJURU.ID | Medan – Medan adalah salah satu kota terbesar di Indonesia. Salah satu masalah yang tak kunjung usai di Kota Medan adalah persoalan sampah. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan bahwa Kota Medan menjadi kota terkotor di Indonesia. Pengelolaan sampah yang tidak dimaksimalkan, menjadi tolak ukur KLHK untuk memberi gelar tersebut.
Padahal di tahun 2012 Kota Medan mendapatkan penghargaan adipura sebagai kota metropolitan terbersih, artinya dalam rentang beberapa tahun ada pemerosotan sistem tata kelola, dalam hal ini dinas kebersihan kota medan.
Pemerintah Kota (Pemko) Medan baru-baru ini menggelontorkan anggaran sebesar Rp 3,4 miliar lebih untuk pembangunan gapura perbatasan Kota Medan dan revitalisasi jembatan di Jalan Raden Saleh Medan. Hal tersebut menurut Ketua Bidang Partisipasi dan Pembangunan Daerah HMI Cabang Medan, Ahmad Fuadi Nasution adalah hal yang sia-sia dan terkesan menghamburkan anggaran.
” Dana yang sangat besar tersebut kami anggap seharusnya dapat difungsikan untuk masalah kebersihan di Kota Medan. Hal ini hanya gapura yang tidak berdampak langsung kepada masyarakat, kami menganggap hal ini sangat sia-sia dan menghambur-hamburkan anggaran yang sangat tidak efektif,” pungkas Ahmad Fuadi.
Lebih lanjut, Fuadi menyatakan bahwa kebersihan harus menjadi sorotan penting Walikota Medan berserta Dinas Kebersihan, karena apabila hal ini terus berlanjut, akan menjadi prestasi buruk bagi kepemimpinan Bobby Nasution.
“Kebersihan ini harusnya menjadi sorotan penting Walikota Medan beserta Dinas Kebersihan. Selain itu, harusnya Bobby Nasution dengan mudah melobby Kementerian untuk menjemput anggaran dan bisa menjawab serta mengalokasikan dana dengan tepat sasaran terkait permasalahan kebersihan di Kota Medan ini dengan mudah,” ucap Ahmad Fuadi.
Selain itu, Pengurus HMI Cabang Medan tersebut juga meminta Walikota Medan untuk mengevaluasi bahkan mencopot Kepala Dinas Kebersihan Kota Medan, Syarifuddin Irsan Dongoran karena dianggap gagal mengentaskan persoalan kebersihan. Fuadi juga mengancam akan turun ke jalan apabila tuntutannya tidak disikapi serius oleh Walikota Medan.
“Kadis Kebersihan sudah lama menjabat namun belum terlihat perubahan pada sektor kebersihan, hal ini tentu merusak estetika kebersihan lingkungan kota dan meresahkan masyarakat Medan yang merupakan ibukota provinsi Sumut. Jika hal ini terus dibiarkan, kami menganggap Kadis Kebersihan gagal dalam menjalankan tugasnya. Apabila hal ini tidak disikapi serius, kami akan turun ke jalan karena kami anggap Kadis Kebersihan merusak rapor kinerja Bobby Nasution serta gagal dalam menjalankan amanah dan tupoksinya,” tutup Ahmad Fuadi.
(Tommy)





