PENJURU.ID | Nasional – Kementrian Pertanian (Kementan) menetapkan produksi padi di Provinsi Lampung tertinggi secara nasional pada tahun 2019-2020. Wapres Ma’ruf Amin akan memberikan penghargaan kepada Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.
Penetapan Provinsi Lampung sebagai provinsi tertinggi produksi padi di Indonesia tertuang dalam Petikan Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 465/Kpts/KP.590/M/08/2021 tanggal 13 Agustus 2021 tentang Pemberian Penghargaan Bidang Pertanian Tahun 2021.
Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, penerima peringkat 1 untuk kategori peningkatan produktivitas provinsi tertinggi tahun 2019/2020 mengapresiasi inisiasi jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) dalam memacu semangat kerja para kepala daerah melalui Penghargaan Bidang Pertanian Tahun 2021.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, terutama kepada jajaran Kementan atas inisiasi ini. Karena bagaimanapun juga, pemerintah pusat dan daerah adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan,” katnya.
Gubernur Lampung Arinal menyatakan, pembangunan sektor pertanian di Provinsi Lampung terus mengalami peningkatan meskipun dalam situasi pandemi Covid-19. Sektor pertanian mampu tumbuh secara positif. Salah satunya dari besaran produksi padi, Provinsi Lampung tahun 2020 mencapai sebesar 2,65 juta ton gabah kering giling (GKG) atau meningkat 22,47 persen dari produksi padi tahun 2019.
Gubernur berkomitmen untuk membangunan sektor pertanian di Provinsi Lampung yang diwujudkan dengan menentukan kebijakan strategis, yaitu berupa program Kartu Petani Berjaya (KPB). Program ini diharapkan memberikan berbagai kemudahan kepada petani dalam proses produksi dan pemasaran hasil pertanian. Lampung juga menopang sekitar 40 persen kebutuhan produk pangan DKI Jakarta.
Menurut dia, tumbuh dan berkembangnya sektor pertanian berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Lampung. Data BPS pada 5 Agustus 2021 menyebutkan, tahun 2021 pertumbuhan ekonomi Lampung cenderung positif. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2021 tumbuh 3,04 persen dan triwulan II-2021 tumbuh 6,69 persen, angka tersebut tertinggi se-Sumatra.




